Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Banyak cerita dari penderita positif covid-19 yang kini telah sembuh. Salah satunya diungkapkan wartawan senior dan penyintas Covid-19, Latief Siregar.  Lelaki yang menjabat wakil pemimpin redaksi/Wapimred televisi nasional di Jakarta ini secara terbuka mengungkapkan kisahnya menjadi pasien covid-19 yang dimulai pertengahan Agustus selama 1,5 bulan lamanya.

‘’Saya dinyatakan positif corona pada 18 Agustus. Sejak saat itu, saya menjadi pasien covid-19 yang harus mematuhi semua arahan dari dokter,’’ kata Latief Siregar, ketika berbicara dalam webinar tentang sosialisasi ‘Vaksin untuk Negeri’ Sabtu (31/10). Tampil sebagai narasumber Prof Dr Sri Rezeki S. Hadinegoro, Ketua  Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Latief Siregar, Wartawan Senior dan Penyintas Covid-19 dengan moderator Rizky Ika Syafitri – Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku UNICEF.

Ketika mengawali berbicara, Latief Siregar, menyatakan, ‘saya ingin hidup dan tetap ingin hidup’. Padahal, selama ini dirinya sangat patuh pada protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Namun, tetap saja virus corona ini akhirnya akhirnya menyerangnya dan Latief pun menjadi pasien covid-19 dan dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta mulai Agustus hingga September.

‘’Selama 1,5 bulan saya dirawat. Dan selama itu pula hidup dalam ketakutan serta produktifitas menjadi terganggu,’’ ujar Latief, mengenang masa-masa dalam perawatan dokter saat menjadi pasien positif corona. Padahal, Latief Siregar, seorang olahragawan khusus lari sejauh 21 kilometer. Tetapi, saat menjadi pasien positif, untuk jalan dari kamar perawatan ke kamar mandi saja susahnya bukan main alias ngos-ngosan.

Menurut dia, menjadi pasien positif corona ini bukanlah kutukan. Tetapi, selama dalam perawatan harus memakai oksigen dan harus merasakan hidup dan mati akibat corona ini. Ia kemudian mengingat kembali, saat pertama kali kena covid setelah menghadiri acara di kantor pemerintahan di Jakarta. ‘’Setelah menghadiri acara tersebut, saya positif corona. Tidak hanya saya, dua teman saya juga positif,’’ ujarnya.

Setelah sembuh dari corona, Latief Siregar, menghimbau kepada masyarakat agar jangan sampai melonggarkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun). Sebab, dengan taat pada himbauan pemerintah, setidaknya dapat memutus mata rantai penyebaran corona. (bw)