Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Keindahan api biru (blue fire) Kawah Ijen, Banyuwangi tak hanya memikat wisatawan. Fenomena alam satu-satunya di Asia ini juga memikat jika dituangkan dalam motif batik. Ya, dengan motif ini, siswi SMK Negeri 2 Mabadi’ul Ihsan Tegalsari, Banyuwangi berhasil menyabet juara nasional Lomba Kreativitas Siswa SMK.

Tak hanya keindahan motif batik, filosofi di dalamnya juga menarik. Siswi berprestasi itu, Dennok Ari Ananta, siswa kelas 12. Menjelang lulus, putri pasangan Mistari dan Sumarni ini menorehkan prestasi membanggakan. Mengangkat tema blue fire Ijen bukan tanpa alasan.

Santriwati Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari ini ingin mempopulerkan potensi alam Banyuwangi. Hasilnya, motif batik bertema “ The Majestic Ijen” ini benar-benar menggiurkan.

Tanpa menghilangkan motif dasar batik Banyuwangi Gajah Oling, Dennok, panggilan akrabnya, menuangkan insiprasi dengan detail. Lekukan Gajah Oling dipadu dengan motif parang dan eksotik tumbuh-tumbuhan. Lalu, berbalut semburan api biru dan tumpukan belerang.

Terasa suasana khas Gunung Ijen. Ada juga, hiasan senjata parang tentara Belanda yang konon sering muncul secara mistis di jalur pendakian Ijen. “Bersyukur dan senang, keindahan Ijen dengan Blue Fire bisa menjadi juara. Kerja keras kami bersama pembimbing membuahkan hasil menggembirakan,” kata Dennok ketika berbincang dengan bisnissurabaya.com, Senin (2/11) siang.

Siswi jurusan Teksil dan Batik ini mengaku, butuh waktu 15 jam menyelesaikan batik blue fire tersebut. Lomba digelar tiga hari secara daring, 13-15 Oktober 2020. Ada empat guru pembimbing yang terlibat. Masing-masing Fiki Dwi Cahyono, Riza Nur Hanafi, Imatur Rofoqoh dan Melati Aisyah.

Persiapan lomba, kata Dennok, butuh sekitar satu bulan. Cukup lama. Sebab, lomba ini tak sekadar membuat motif. Namun, harus memiliki filosofi kuat, berbasis potensi lokal. Lalu, ada analisis pengembangan bisnisnya.

Menjadi juara 1 Nasional, bagi Dennok, cukup mengagetkan. Sebab, persaingannya sangat ketat. Pesaing terberat dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. “ Kita tahu, mereka dari daerah yang sudah berpengelaman membatik,” jelasnya.

Dengan ketekunan dan percaya diri, batik blue faire menyisihkan peserta dari 19 provinsi. Dari batik blue fire ini, kata Dennok, proses tersulit adalah pewarnaan. Sebab, ada tujuh warna yang dikombinasikan dengan sempurna.

Khususnya, api biru yang menjadi ciri khas Kawah Ijen. Sebelum melaju ke tingkat nasional, Dennok mengikuti seleksi provinsi. Saat itu, dia membawa tema batik Omprok Gandrung. Dan, juara. Akhirnya, mewakili Provinsi Jatim ke tingkat nasional. Rencananya, batik blue fire ini akan dipatenkan.

“Harapannya, jadi ikon batik Banyuwangi,” kata dara yang akan melanjutkan ke kuliah ke ISI Yogyakarta ini. Rencananya, Dennok akan membawa motif batik ini ke lomba tingkat internasional.

Kepala SMK Negeri 2 Mabadi’ul Ihsan Tegalsari, Dr. Umar Said mengaku begitu juara, batik blue fire ini sudah banyak pesanan dari luar daerah. “ Kami akan produksi dengan kualitas terbaik. Pasar sudah terbuka,” tegasnya. (wir)