Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dua nara pidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan/LP Banyuwangi, Hadi Trisno Wijoyo (42) dan Taufik Hidayat (22) yang kabur, Selasa (27/10) lalu, akhirnya tertangkap. Keduanya ditangkap di tempat persembunyiannya di Dusun Kemiri, Desa Pakurejo, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, Jumat (30/10) dini hari. Karena melawan, keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Dua napi nakal itu digerebek ketika asyik berpesta sabu. Mereka tak menyangka tim gabungan dari Polda Jatim, Polresta Banyuwangi dan LP Banyuwangi menyatroni rumah tersebut. “Saat kita sergap, dua napi ini sedang nyabu. Kita amankan alat hisap sabu di lokasi,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Jumat (30/10) sore.

Pejabat ini menjelaskan, dua napi kabur dengan menggergaji teralis besi LP. Lalu, berjalan kaki menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Keduanya kemudian menumpang truk ke Pasuruan. “Dua napi ini bersembunyi di rumah temannya. Kita dapati mereka sedang nyabu, akhirnya digerebek,” tegas Kapolresta.

Hasil penyelidikan, lanjut Kapolresta, dua pelaku kabur sekitar pukul 03.30 WIB. Di Pasuruan, keduanya bersembunyi di rumah teman Hadi Sutrisno. Saat kabur, Taufik berperan sebagai penunjuk jalan dari LP ke Pelabuhan Ketapang. Usai tertangkap, dua napi ini langsung diserahkan ke LP Banyuwangi. Proses selanjutnya diserahkan ke pihak LP.

Kepada polisi, kedua napi ini berdalih nekad kabur karena berbagai alasan. Hadi Trisno berdalih kabur lantaran mendengar kabar istrinya di Pasuruan menikah lagi. Sedangkan Taufik, mengaku kangen dengan anaknya. Dua napi ini datang dari kasus berbeda. Hadi yang warga Pasuruan ini masuk LP Banyuwangi sekitar dua tahun lalu. Dia tersandung kasus narkoba di Lumajang.

Lalu, dilayar ke LP Banyuwangi. Dia sudah menjalani hampir separuh masa hukuman, dari 6 tahun penjara. Sedangkan Taufik, warga Kalipuro Banyuwangi itu terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor. Pria ini sejatinya tinggal 1,5 bulan menghirup udara bebas. Kini, keduanya harus mendapatkan hukuman tambahan karena nekad kabur. (wir)