Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi menangkap seorang wanita cantik yang punya tabiat suka merampas handphone pria yang baru dikenalnya. Saat melakukan aksi perampasan, pelaku tak melakukannya bersama dua orang pria temannya yang menjadi otak perampasan.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku nekat merampas handphone milik korbannya karena sakit hati, kepada korban yang baru dikenalnya dan meminta layanan tidur berbayar, atau yang biasa disebut open BO.

Inilah Nur Halizah alias Liza (19), Warga Jalan Kedinding Tengah Surabaya hanya bisa tertunduk malu, setelah dikeler ke Mapolsek Lakarsantri, lantaran menjadi anggota kelompok begal yang biasa beraksi di sekitar waduk Unesa Surabaya.

Dengan perasaan malu-malu, perempuan muda yang punya paras cantik itu, tak punya pilihan lain selain menjawab pertanyaan yang menanyakan perihal kasus yang menimpanya. Sebab, Liza, dicokok setelah turut serta melakukan perampasan handphone milik Deby Kurnia, warga Jalan Karang Menjangan Surabaya.

Dihadapan petugas, Liza, mengaku, nekad turut serta membantu melakukan perampasan karena disuruh pacarnya. Ceritanya, saat itu Liza, dan korban berkenalan via facebook. Dari obrolan itu muncul inisiatif dari korban untuk memboking Liza.

Rencana itu, rupanya diketahui pacar Liza, yang akhirnya marah karena pacar yang dicintainya itu akan dibooking pria hidung belang. Dari sana, kesempatan berbuat jahat pun muncul. Pacar Liza, marah kemudian meminta Liza, memancing korban kopi darat. Selanjutnya, pacar Liza dan satu temannya lagi datang dan langsung merampas handphone korban dengan cara mengancam.

Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri, AKP Hendrix Kusuma Wardana, mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih fokus memburu dua anggota komplotan begal lainnya. Namun, AKP Hendrix, juga tak menyangkal, apabila komplotan begal ini didalangi sepasang kekasih, yaitu Liza dan pacarnya.

Selain mengamankan Liza, petugas juga menyita satu unit motor Honda Beat nopol L 3369 LW, yang digunakan sebagai sarana membegal. Untuk mempetanggung jawabkan perbuatannya, Liza, dijerat pasal 365 kuhp, dengan ancaman hukuman pidana lima tahun penjara. (feri/stv)