Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 138 Pekerja Migran Indonesia/PMI asal Jawa Timur/Jatim yang bekerja di Malaysia, di deportasi karena penyalahgunaan dokumen ke imigrasian. Dalam pemulangannya, PMI ini dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah mereka melakukan tes swab atau PCR sebelum terbang ke Indonesia.

Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi PMI yang terbukti bermasalah dalam data ke-imigrasiannya. Kali ini, sebanyak 138 PMI asal Jatim dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo. Selain 138 pekerja Jatim, terdapat pula 16 PMI asal luar Jatim.

Kedatangan deportasi pekerja migran ini  menggunakan pesawat charter Malaysian Airline yang telah dibekali hasil swab atau PCR test dari Malaysia yang menyatakan mereka negatif dari covid-19. Dari hasil test ini, lantas diverifikasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Juanda. PMI ini langsung didata oleh tim helpdesk counter Disnakertrans Jatim, kemudian kepulangannya difasilitasi Dinas Perhubungan Jatim ke daerah masing-masing.

Sementara, bagi deportasi pekerja migran asal luar Jatim yang berjumlah 16 orang, kepulangannya ke daerah asal menggunakan fasilitas shelter atau gedung penampungan sementara sambil menunggu koordinasi dan penjemputan oleh pemerintah daerah masing-masing atau pulang secara mandiri.

Wwc : Budi Raharjo/ Kepala UPT P2TK Disnakertrans Jatim, Budi Raharjo, mengatakan, deportasi gelombang 4 ini merupakan rangkaian pemulangan 4.800 orang Pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia, yang karena sebab penyalahgunaan dokumen imigrasi, dokumen kerja dan dampak covid-19 terpaksa harus dideportasi kembali ke Indonesia. (agung/stv)