Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemilihan wali kota Surabaya mulai panas. Seorang dokter gigi di Surabaya, melaporkan tiga akun medsos kampanye hitam ke polisi. Laporan itu, karena ada dugaan fitnah kepada calon wali kota Surabaya nomor urut 2, Machfud arifin. Dalam postingannya, tiga akun medsos menyebut pelapor sebagai mafia alat kesehatan. Atas postingan tersebut, pelapor ingin polisi segera mengusut pelaku kampanye hitam itu, agar keberlangsungan pilkada di Surabaya tetap aman dan damai.

David Andreasmito, dokter gigi yang juga pengusaha di Surabaya, melaporkan tiga akun media sosial, di instagram, twitter, serta facebook, kepada polisi pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.

Tiga akun yang dilaporkan tersebut, yakni, akun instagram “di._.rante “, akun twitter ” digeeembokfc, serta akun facebook ” rahmayanti maya dokter mey”.

Tiga akun medsos tersebut dilaporkan ke polisi, karena dianggap menyebarkan hoax dan fitnah, yang mendiskreditkan calon wali kota Surabaya nomor urut 2, Machfud arifin, dan menuding pelapor yang merupakan teman dekat calon wali kota ini, sebagai mafia alat kesehatan/Alkes melalui foto dan caption yang diunggah pada halaman akun media sosial tersebut.

Menurut David, unggahan di tiga akun medsos tersebut sebagai bukti adanya kampanye hitam dan pelanggaran berat dalam pilkada yang bisa dipidanakan.

Pihak pelapor berharap, polisi segera mengusut tiga akun palsu tersebut sekaligus menangkap pelaku kampanye hitam melalui media sosial, agar pemilihan wali kota Surabaya dapat berjalan aman dan damai. (feri/stv)