Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Wabah corona, telah berlangsung delapan bulan. Selama itu pula, banyak bidang usaha yang bangkrut. Tak pelak, perusahaan pun melakukan pemutusan hubungan kerja/PHK, pekerja di rumahkan. Selama di rumahkan, karyawan tidak mendapat gaji sepeser-pun. Bahkan, tak sedikit perusahaan yang melakukan pengurangan gaji hingga separuh atau 50 persen. Pemotongan gaji itu pun diklaim sebagai upaya menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Memasuki Oktober, tak sedikit bidang usaha mulai bangkit kembali menyesuaikan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru/AKB atau hidup berdampingan dengan virus corona. Meski terpukul dengan covid-19, pelaku usaha mulai UMKM, perusahaan skala menengah dan nasional pun mulai bangkit.

Seperti halnya pengusaha wedding service atau jasa penyedia perlengkapan pernikahan, yang sempat terpuruk tiga sampai empat bulan ini mulai meyakinkan masyarakat jangan ragu untuk menggelar pernikahan di era new normal ini.

Bahkan, pengusaha bidang wedding ini telah merangkul rekan bisnis lainnya yang terkait dengan pernikahan. Misalnya, sektor perhotelan maupun vendor wedding service lainnya. Diantaranya, griyadebby, suci wedding gallery, novnovfashiongraphie, desaigner, hendhy setiawan, aldi.suits dan ikhlas catering, ikhlas.co dan tentu saja dengan vanue hotel.

Owner Griya Deby Wedding, Deby Agustanty, yang juga make up artist spesialis wedding di Surabaya, megatakan, jika wabah corona ini membuat masyarakat yang hendak melaksanakan resepsi pernikahan menjadi risau dan khawatir. ‘’Saat awal corona Maret dan April, banyak order yang dibatalkan atau ditunda tanpa batas waktu yang tidak ditentukan,’’ cerita Deby, kepada bisnissurabaya.com di Hotel Singgasana Surabaya Senin (26/10).

Karena itu, dirinya beserta sejumlah vendor wedding service di Surabaya menghimbau kepada masyarakat supaya tidak takut dan resah untuk menggelar resepsi pernikahan di saat new normal sekarang ini. Asalkan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah, maka resepsi pernikahan aman untuk digelar.

Protokol kesehatan yang harus dilaksanakan saat melaksanakan resepsi pernikahan, diantaranya wajib menyediakan alat cek suhu tubuh tamu sebelum masuk gedung acara. Menyediakan lokasi cuci tangan atau hand sanitizer di sejumlah tempat keramaian orang.

Prasmanan sesuai protokol kesehatan dengan cara makanan diambilkan petugas catering dengan tetap menjaga jarak. Jumlah tamu harus separuh dari kapasitas gedung atau waktu resepsi dibagi menjadi dua waktu yang berbeda. Selain itu, tamu, panitia acara maupun mempelai pengantin wajib memakai masker atau face shild.

Hal senada juga dikemukakan beberapa make’up artis wedding. Diantaranya, Suci Wedding Galery, yang menghimbau supaya masyarakat taat menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, resepsi pernikahaan di saat new normal dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan Fotografer Novi Kurniawan, dari nov nov Fashion Graphie, menambahkan, hajatan pernikahan sudah mendapat izin dari pemerintah untuk digelar.

Karena itu, masyarakat agar tidak takut lagi menggelar pernikahan. Selain para make up artis spesialis wedding, sejumlah disainer busana pengantin berharap masyarakat yang hendak melaksanakan pernikahan supaya tidak risau apabila mereka melangsungkan resepsi. Asalkan, kegiatan tersebut diterapkan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Pengamat ekonomi di Surabaya Jamhadi, mengatakan, setelah sekian bulan lamanya masyarakat dianjurkan untuk stay at home maupun Work From Home,  ternyata membuat masyarakat jenuh dan kini mereka lebih memilih wisata staycation di hotel yang dirasa lebih aman daripada berwisata di ruangan terbuka dan  banyak orang.

Selain itu, Jamhadi mengapresiasi kepada pengusaha, khususnya sektor hotel yang taat pada anjuran pemerintah supaya hotel menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, serta kuota kamar hotel yang disewakan jumlahnya dibatasi 50 hingga 75 persen dengan pembatasan jarak kamar yang disesuaikan sesuai protokol kesehatan.

Dengan semakin meningkatnya geliat perekonoman di segala sektor bisnis yang ada di Surabaya, terlebih di saat era new normal sekarang ini diharapkan dibarengi pula oleh perilaku sehat bagi masyarakat luas sesuai dengan penerapan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah, sehingga masyarakat dapat sehat dan ekonomi dapat kembali pulih. (bw)