Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kalangan milenial mendapatkan perhatian khusus di Banyuwangi. Pertama kalinya, anak muda diberikan ruang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kegiatan yang diinisasi Cabup Banyuwangi Ipul Fiestiandani, ini digelar, Sabtu (24/10) malam.

Kalangan muda dari berbagai komunitas diundang. Seperti, mahasiswa, pelaku UMKM, pelaku UMKM, pelaku wisata, pegiat pendidikan, dan lainnya. Layaknya Musrenbang, para pemida ini diberikan kesempatan menyampaikan gagasan untuk kemajuan Banyuwangi.

Seperti, pengembangan pariwisata dan pembangunan berbagai sektor anak muda. ” Melalui kegiatan ini, kami mendorong anak-anak muda peduli dengan kemajuan Banyuwangi. Lalu, apa keinginan mereka untuk Banyuwangi,” kata Dede Abdul Ghany, salah satu penggagas Musrenbang milenial.

Dede mengatakan, dengan “Milenial Bersuara” ini, diharapkan anak-anak milenial Banyuwangi memiliki forum untuk menyusun gagasan demi kesinambungan pembangunan Banyuwangi. Ternyata, kata dia, kaum muda Banyuwangi memiliki banyak ide brilian.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selama 10 tahun Banyuwangi telah berkembang pesat. Kondisi ini, kata dia, tidak terlepas dari peran mahasiswa dan anak muda Banyuwangi. “Inilah model yang akan kami jalankan ke depan. Yaitu mendengar apa yang diinginkan anak muda, bukan apa yang harus didengar anak muda,” jelas Ipuk.

Konsep itulah yang disebut Ipuk sebagai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) anak muda, di mana ke depan akan digelar rutin untuk bahan penyusun kebijakan. “Ke depan, konsep Milenial Bersuara ini menjadi bagian dari perencanaan dan penyusunan kebijakan pembangunan. Istilahnya Musrenbang anak muda. Jadi aspirasi anak muda semakin terakomodasi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (wir)