Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kabupaten Banyuwangi tak pernah sepi inovasi. Terbaru, anak-anak mulai dari tingkat RT/RW akan diberikan les gratis. Tenaganya diambilkan dari Guru Tidak Tetap (GTT). Mereka akan memberikan bimbingan belajar gratis mulai tingkat SD hingga SMA. Program ini ditawarkan Cabup Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, ketika bertemu ibu-ibu di Kecamatan Licin, Senin (26/10) siang.

Istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini menjelaskan nantinya GTT di tiap wilayah akan diberikan insentif tambahan untuk mengajar les gratis. Caranya, anak-anak di satu RT akan dikumpulkan untuk mendapat pembelajaran tambahan. Jika dalam satu RT hanya sedikit jumlah pelajarnya, bisa digabungkan dengan RT lainnya. Mereka akan dididik oleh GTT yang terdapat di kawasan tersebut. “Dengan les gratis ini, selain memberikan pembelajaran gratis pada anak-anak, juga menambah pendapatan bagi GTT,” kata Ipuk.

Manfaat lainnya, orang tua juga perlu keluar biaya lagi untuk les anak-anak. Sebab, tenaga pengajar difasilitasi untuk datang ke kampung-kampung memberi les tambahan. Lalu, bagi GTT, les gratis menjadi tambahan pendapatan di luar insentif GTT yang sudah rutin diterima.

Selama ini, honor tenaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi naik dari Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 1 juta per bulan untuk K2. Sementara non K2, mendapatkan Rp 750.000 per bulan. Menurut Ipuk, insentif GTT tersebut akan ditingkatkan. Ipuk menjelaskan les gratis bisa menjadi evaluasi program belajar dari rumah (BDR) selama masa pandemi covid-19.

Hasil pembelajaran dari BDR yang diterima siswa bisa dievaluasi di les gratis ini. Teknis pelaksanaan diatur sesuai protokol kesehatan. Program ini tetap berlanjut pasca pandemi. (wir)