Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Program UMKM ‘Naik Kelas” yang digagas Cabup Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mulai disambut antusias pelaku UMKM. Seperti, komunitas UMKM Kampung Roti di Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran. Mereka berharap program ini bisa menambah inovasi produk dan pasar bagi UMKM.

“Usaha roti ini sudah ada sejak kakek saya. Ini usaha keluarga dan turun temurun,” kata Miftahul Huda, pemilik usaha roti, Jumat (23/10) siang. Di kampung ini, warga banyak yang membuka usaha pembuatan roti. Mereknya beragam. Bahkan, ada yang memiliki pekerja hingga 50 orang. Satu perajin bisa menghasilkan hingga 5.000 biji roti per hari. Pria yang akrab dipanggil Huda ini mengatakan, pihaknya tertarik dengan program UMKM “Naik Kelas”.

Selama ini, kerajinan roti yang digelutinya masih dikelola secara tradisional. Dia berharap, program ini memberikan inovasi. Sehingga, UMKM bisa lebih berkembang. Khususnya, teknologi dan jaringan pasar. Pihaknya juga berharap ke depan ada pendampingan dari Pemkab untuk UMKM roti di desanya.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengatakan program UMKM Naik Kelas akan memberikan berbagai pendampingan dan kemudahan bagi UMKM. Salah satunya, bantuan alat
usaha, pelatihan kemasan hingga sertifikasi produk. “Kami akan fasilitasi semua sampai ke sertifikat halal,” tegasnya disela berkunjung ke kampung roti.

Bagi UMKM yang masih pemula, lanjut Ipuk akan difasilitasi pembuatan PIRT. Sebab, usaha makanan dan minuman sangat penting memiliki izin. Sehingga, bisa diterima pasar karena standar. Ipuk menargetkan bisa membawa 10.000 UMKM Naik Kelas. Hilir dari program ini meningkatkan pendapatan UMKM, sekaligus memperluas lapangan kerja. Apalagi, kata dia, di massa pandemi, yang dibutuhkan adalah menggerakkan ekonomi arus bawah. Salah satunya, UMKM. (wir)