Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Aksi demo pemuda menolak Omnibus Law di depan DPRD Banyuwangi, Kamis (22/10) sore, berakhir ricuh. Massa yang berjumlah sekitar 200 orang mengamuk, merobohkan gerbang utara DPRD setempat.

Sempat terlibat aksi dorong antara polisi dan massa. Polisi akhirnya bertindak
tegas. Massa dibubarkan. Sebanyak 11 orang diamankan, dua diantaranya perempuan. Diduga, pemicu kericuhan.
Kericuhan mulai muncul ketika massa menggelar aksi di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Mereka melempari petugas dengan air mineral. Bahkan, melemparkan petasan kembang api. Polisi masih bersabar. Kericuhan meletus lagi ketika massa berorasi di depan kantor DPRD. Mereka mendesak masuk, meminta bertemu DPRD.

Permintaan massa menemui jalan buntu. DPRD sedang kunjungan kerja ke luar daerah. Alhasil, emosi massa tersulut. Mereka mendorong gerbang DPRD. Beberapa melempari polisi dengan batu dan air mineral. Polisi berusaha menenangkan massa.
Namun, mereka makin beringas.

Pintu DPRD jebol. Polisi bergerak cepat. Pasukan polisi bertameng dibantu Brimob memukul mundur massa. Massa tetap melawan. Mereka melempari petugas dengan batu. Polisi membalas dengan gas air mata. Massa baru melunak ketika terpojok di Jalan Agus Salim, sekitar 300 meter selatan DPRD. Dipimpin Kapolresta, polisi berhasil meredam massa.

“Kami lakukan upaya persuasif karena massa mendesak masuk, sampai merobohkan gerbang,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara. Terkait kericuhan ini, polisi mengamankan 11 orang. Mereka diduga pemicu kericuhan. Seluruhnya diamankan ke Polresta. “Kita masih lakukan pemeriksaan, perannya seperti apa,” jelas Kapolresta.

Pihaknya menduga aksi kericuhan ini ditunggangi penyusup. Apalagi, para pendemo banyak dari kalangan anak-anak. Terkait insiden ini, pihaknya akan melakukan penyelidikan siapa penggeraknya. Sebab, hal ini berkaitan dengan Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, dalam orasinya, massa tetap memprotes Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan DPRD. Mereka juga mendesak teman-temannya yang diamankan polisi segera dibebaskan. Aksi kali ini yang kedua kalinya terjadi di Banyuwangi. Namun, jumlah massa jauh lebih sedikit dari aksi sebelumnya. (wir)