Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Setelah semalam menginap di Polresta, 12 pendemo yang berakhir ricuh di DPRD Banyuwangi, akhirnya dipulangkan, Jumat (23/10) siang. Dari jumlah ini, satu anak terpaksa dilanjutkan ke proses hukum. Sebab, terindikasi kuat melakukan perusakan fasilitas DPRD saat demo.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara mengatakan pihaknya memulangkan para pendemo setelah dilakukan pembinaan. Para orang tua masing-masing didatangkan ke Mapolresta. “Kita lakukan pembinaan. Khusus satu anak, proses hukum jalan terus karena terindikasi melakukan perusakan saat demo,” kata Kapolresta. Dijelaskan, 12 pendemo yang diamankan terdiri dari 2 perempuan dan 10 laki. Dari jumlah ini, dua orang masih dibawah umur. Statusnya pelajar SMK.

“Satu pelaku yang diproses ini masih dibawah umur. Karena itu, kami melibatkan Badan Pemasyarakatan (Bapas) dalam prosesnya,” tegas Kapolresta. Proses hukum ini, kata Kapolresta, untuk memberikan kepastian hukum bagi mereka yang melakukan pelanggaran saat aksi. Seperti, melakukan perusakan dan berbuat
anarkis.

Pelaku akan dikenai sejumlah pasal. Diantaranya, pasal 214, 213, 216 dan 170 subsidair 406 KUHP tentang Tindak Pidana Melawan Petugas dan Melakukan Pengerusakan Barang. Sebelum dipulangkan, para pendemo ini menjalani uji swab Covid. Hasilnya, baru bisa diketahui tiga hari kedepan. Menurut Kapolresta, jika hasil uji swab positif, mereka akan dikarantina oleh RS milik Pemkab Banyuwangi.

Sebelum diserahkan ke orang tua masing-masing, para pendemo diberikan pembinaan oleh MWC NU Banyuwangi. Harapannya, tidak ada lagi aksi demo yang melibatkan anak-anak. Apalagi, sampai berujung anarkis. Mereka juga diberikan peralatan protokol Covid. Seperti masker, madu dan hand sanitizer.

Usai pembinaan, masing-masing orang tua menandatangani berita acara penyerahan. Beberapa orang tua terlihat menangis, anaknya bisa diajak pulang. “Anak saya itu hanya main HP di rumah. Sepertinya diajak temannya bisa ikut demo ini,” kata Maya, salah satu orang tua. Wanita ini berjanji akan mengawasi anaknya jangan sampai ikut aksi demo lagi.

Aksi demo pemuda menolak Omnibus Law di depan DPRD Banyuwangi, Kamis (22/10) sore, berakhir ricuh. Massa yang berjumlah sekitar 200 orang mengamuk, merobohkan gerbang utara DPRD setempat. Sempat terlibat aksi dorong antara polisi dan massa. Polisi akhirnya bertindak tegas. Massa dibubarkan. Sebanyak 11 orang diamankan, dua diantaranya perempuan. Diduga, pemicu kericuhan. (wir)