Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Protokol kesehatan Covid menjadi perhatian pengusaha rumah makan di Kabupaten Banyuwangi. Memasuki era new normal, rumah makan di Bumi Blambangan ramai-ramai menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung wajib menjaga jarak, mencuci tangan dan masuk dengan bermasker.

Untuk memudahkan pengunjung, rumah makan memasang sekat transparan di setiap meja. Ketika duduk, pengunjung tetap berjarak. Lalu, tak bersinggungan langsung. Sehingga, menghindari kontak langsung sesame pengunjung.

“Protokol kesehatan Covid itu penting. Tapi, harus mengedepankan kenyamanan. Akhirnya, muncul konsep seperti ini,” kata As’ad Nagib, pemilik warung sate di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi, Kamis (22/10) siang.

Menurut dia, musim pandemi, minat masyarakat menikmati kuliner tetap tinggi. Namun, banyak yang khawatir dengan pandemi. Karena itu, perlu ada solusi yang membuat pengunjung nyaman ketika menikmati kuliner. Tak hanya pelanggan, petugas rumah makan juga diberlakukan protokoler kesehatan yang ketat.

Seperti, menggunakan masker, face shield, sarung tangan dan wajib memakai baju lengan panjang. Tujuannya, pengunjung bisa nyaman dan aman. “Jika semuanya mau melakukan protokol kesehatan, penularan Covid bisa dicegah. Sehingga, tak ada lagi kasus baru. Ekonomi bisa bergerak,” jelasnya.

Salah satu pengunjung warung, Wiwin (26), mengaku cukup nyaman dengan layanan protokol kesehatan. Sebab, meski pandemi, pengunjung tetap bisa berkuliner. “Ini sangat bagus dan membuat nyaman. Kita bisa kuliner, tanpa khawatir dengan penularan Covid,” ujarnya.

Pihaknya berharap, setiap warung bisa meniru layanan protokol kesehatan ini. Sehingga, wisata kuliner bisa tetap tumbuh. Pengunjung tak was-was dengan ancaman penularan Covid. (wir)