Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pandemi tak membuat Pemkab Banyuwangi surut inovasi. Terbaru, Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini membuat inovasi online untuk mengecek bansos akibat dampak Covid-19. Sehingga memudahkan masyarakat mengetahui data penerima bansos. Tak hanya itu, data penerima juga valid dan bisa diakses masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan di masa Covid pihaknya ingin mempermudah layanan masyarakat, khususnya penyaluran bantuan. Hal ini seiring program Smart Kampung yang merekam data dari pemerintah secara by name by address sesuai NIK.

“Dari data yang sudah ada, kami tinggal kategorisasikan mana yang bantuan pusat, provinsi, maupun kabupaten. Karena datanya terintegrasi, yang sudah mendapat bantuan pusat tidak akan bisa mendapatkan bantuan provinsi. Kemungkinan terjadi penerima ganda sangat kecil,” kata Anas, Rabu (22/10) siang.

Pelaporan bansos online tersebut terdapat dua fitur Pertama, pelaporan warga yang belum menerima bantuan. Warga bisa melaporkan dirinya sendiri atau melaporkan orang lain yang dinilai layak dibantu.

”Basisnya adalah nomor induk kependudukan (NIK) yang kami silangkan dengan Smart Kampung, sehingga basis data lengkap semua penerima bantuan. Jadi misal si-A melaporkan tetangganya, si-B, nah padahal si-B ternyata sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, maka otomatis tertolak,” ujarnya.

Fitur kedua, pengecekan penerima bansos. Warga cukup memasukkan NIK untuk mengetahui apakah sudah termasuk daftar penerima bantuan atau belum. “Tinggal masukkan NIK, akan ketahuan sudah atau belum mendapatkan bantuan,” lanjutnya.

Ditambahkan, laporan warga yang masuk akan diverifikasi dengan dua tahap. NIK disilangkan dengan basis data Pemkab Banyuwangi di Smart Kampung. Jika NIK terdeteksi sebagai penerima bantuan, maka otomatis tertolak. Smart Kampung sendiri adalah sistem digitalisasi pelayanan publik hingga tingkat desa yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi.

Verifikasi kedua, ketika warga yang melapor memang belum menerima bansos lainnya, maka tim akan menilai kelayakannya. ”Jika dinyatakan layak, maka bantuan disalurkan. Kami membikin SOP, bantuan tersalurkan paling lambat seminggu sejak dinyatakan layak,” tegasnya.

Inovasi ini mendapat penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2020. Banyuwangi meraih award kategori Smart Society berupa inovasi penggunaan TIK dalam penanganan dampak sosial covid-19. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Citiasia Center for Smart Nation (CCSN). (wir)