Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ratusan massa aksi demo lanjutan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Grahadi ditangkap polisi. Mereka diduga membawa bom molotov, pilok untuk aksi vandalisme serta miras. Meski demikian, polisi masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap para demonstran yang ditangkap.

Dalam demo lanjutan penolakan UU Cipta Kerja di Grahadi, yang dilakukan ribuan massa aksi dari berbagai elemen, polisi kembali mengamankan 169 demonstran yang diduga terindikasi membawa beberapa barang berbahaya. Seperti bom molotov, pilok untuk aksi vandalisme dan juga miras.

Selain itu, dalam aksi lanjutan, Kabid Humas Polda Jawa Timur/Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut, telah mengerahkan 4.147 pasukan terdiri dari 1.381 dari TNI, kemudian juga dari PMK dan Satpol PP serta Dispendik untuk mengantisipasi adanya pendemo anak-anak.

Selain itu, sebanyak 13 titik lain di luar gedung pemerintah juga turut disiagakan pasukan keamanan. Seperti, jalur keluar masuk kota serta sentra-sentra ekonomi yang diduga menjadi tempat mobilisasi massa.

Dari 169 orang yang diamankan tersebut, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut. Yang dilakukan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya, termasuk jika nantinya juga terdapat anak anak yang ditangkap akan dilakukan pendalaman. (fery/stv)