Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki inovasi jitu menekan pe nyebaran Covid. Pasien konfirmasi Covid tanpa gejala dilakukan karantinas terpusat. Lokasinya dipilih gedung diklat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Agar tak bosan, pasien yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) ini mendapatkan fasilitas nyaman. Ruangan dibuat layaknya hotel. “Selama ini, pasien OTG melakukan isolasi mandiri. Faktanya, mereka masih tetap kontak dengan warga lain. Akhirnya, kami berinisiatif membuka isolasi mandiri terpusat. Kebetulan ada gedung diklat yang kosong,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (21/10) siang.

Sejak dibuka, awal Oktober lalu, lanjut Arman, penyebaran kasus Covid oleh OTG bisa ditekan. Sebab, pasien OTG dikarantina terpusat. Sehingga, tak kontak langsung dengan masyarakat. “Kami juga support nutrisi dan minuman probiotik. Sehingga, imun tubuh bagus,” jelas Kapolresta Banyuwangi ini.

Dalam menjalani isolasi, para pasien OTG harus fresh, baik kondisi tubuh maupun pikiran. Karena itu, lanjut Kapolresta, sejumlah fasilitas disiapkan. Pasien dimanjakan. Mulai kamar yang bersih, fasilitas olahraga, Wi-FI, dan lainnya. “Suplemen dan makanan bergizi kita support,” jelasnya.

Ketika pasien beraktivitas di luar ruangan, kamar isolasi disemprot disinfektan. Sehingga, ketika kembali, ruangan sudah steril. Pasien juga diberikan hiburan musik. Dua kali seminggu. Sehingga, mereka bahagia. Imun tubuh membaik. Meski diberikan fasilitas, aktivitas karantina OTG ini tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Termasuk petugas yang berjaga.  Selama karantina, para pasien dilarang meninggalkan lokasi sebelum dinyatakan sembuh. Masyarakat sekitar juga dilarang memasuki lokasi karantina. “Selama 24 jam, lokasi dijaga ketat TNI/Polri,” pungkas Arman. (wir)