Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Razia masker yang digelar tim gabungan di Kabupaten Banyuwangi membuahkan hasil. Kesadaran masyarakat menggunakan masker makin tinggi. Buktinya, pelanggaran yang ditemukan petugas terus menurun. Khususnya, pelanggar yang tak bermasker.

Data dari Gugus Tugas Covid-19, kasus pelanggaran protokol Covid terus menurun. Terutama, warga yang tak bermakser di tempat umum. “Dari awal razia hingga Oktober ini, kita sudah mengantongi sekitar 3000 pelanggaran. Paling banyak warga tak bermasker,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Selasa (20/10) siang.

Perwira tiga melati ini menambahkan, selama razia, pihaknya juga melakukan sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Sehingga, berdampak pada kesadaran masyarakat. “Kalau kita lihat, grafik pelanggaran protokol kesehatan terus menurun. Artinya, kesadaran masyarakat untuk bermasker meningkat,” jelas Kapolresta Banyuwangi ini.

Kesadaran bermasker kata Arman, makin baik. Tak hanya di kota, warga hingga ke pedesaan sudah sadar bermasker ketika bepergian. Ini terlihat dari hasil razia yang digelar hingga ke desa-desa. Meski kesadaran bermakser meningkat, Kapolresta mengaku gelar razia tetap berlanjut. Hal ini untuk memastikan seluruh warga mematuhi protokol kesehatan Covid.

Khususnya bermasker. Selama ini, lanjut Kapolresta, warga yang terjaring razia diberikan sanksi tegas. Mulai teguran, sanksi pembinaan hingga sidang di tempat. Sanksi pembinaan biasanya warga diminta menghafalkan Pancasila. Sedangkan, sidang di tempat diberikan sanksi denda Rp 30.000.

“Upaya-upaya ini cukup menyadarkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya juga mengajak masyarakat dan seluruh tokoh masyarakat bergandengan tangan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, grafik penularan Covid di Banyuwangi bisa terus turun. (wir)