Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Penyidik Polresta Banyuwangi masih terus mendalami motif pelaku pembunuhan sadis di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Untuk memastikan motif pelaku, penyidik melibatkan psikolog. Selama ini, pelaku hanya memberikan keterangan emosi ketika melakukan aksinya.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan penyidik belum mendapatkan pengakuan yang pasti terkait motit pembunuhan tersebut. “Memang pelaku menyerahkan diri. Namun, di hadapan penyidik, pengakuannya hanya cekcok sebelum pembunuhan terjadi,” kata Kapolresta, Selasa (20/10) siang.

Orang nomor satu di Mapolresta Banyuwangi ini menambahkan penyidik sudah melakukan pemeriksaan maraton ke pelaku. Namun, belum ditemukan motif pasti pembunuhan tersebut.

“Apakah ada motif dendam atau unsur perencanaan, masih belum diketahui. Karena itu, kami libatkan psikolog untuk saksi ahli,” tegasnya. Selain psikolog, penyidik memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Sebab, selama ini, pelaku dan korban saling bertetangga.

Aksi pembunuhan menggegerkan Banyuwangi, Minggu (18/10) malam. Pelakunya, MNA (53) warga, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Pelaku menusuk korban, Ivan Dani (23) hingga tewas di tengah jalan. Motifnya masih didalami polisi.

Pembunuhan sadis itu bermula ketika korban dan pelaku berpapasan di jalan. Sumber di lapangan menyebut, keduanya sempat terlibat cekcok. Entah bagaimana, pelaku naik pitam. Pelaku pulang, lalu mengambil sebilah pisau.

Kemudian, menusuk korban berkali-kali. Korban mengalami luka tusuk hingga 11 titik. Korban langsung ambruk. Warga sempat melerai, namun perkelahian itu berakhir tragis. Korban sempat dilarikan ke Puskemas Wongsorejo. Nahas, nyawanya tak tertolong. Usai menghabisi nyawa korban, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Wongsorejo. (wir)