Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Memasuki era baru pasca-pandemi Covid, pengelola hotel di Banyuwangi mulai berbenah. Salah satunya, menggelar atraksi budaya akhir minggu. Namun, tetap menggunakan protokol kesehatan Covid yang ketat. Seperti digelar salah satu hotel di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (17/10) malam.

Atraksi budaya di akhir pekan ini untuk menggaet wisatawan mulai keluar rumah dan menikmati layanan hotel. Konsepnya dikemas liburan staycation, liburan menginap di hotel di malam minggu. Konsep liburan ini mulai digandrungi di Banyuwangi. Wisatawan menginap di hotel, sekaligus menikmati atraksi budaya dan kuliner yang disuguhkan. “Kami sinergi dengan UMKM kuliner dan budayawan lokal. Mereka kita ajak menggerakkan ekonomi di tengah pandemi,” kata Hulda Dewi, salah satu GM hotel, Selasa (20/10) siang.

Selain atraksi budaya, wisatawan disuguhkan pagelaran musik. Sehingga, wisatawan bisa menginap, sekaligus menikmati atraksi yang ada. “Seluruhnya tetap menggunakan protokol Covid.

Baik wisatawan maupun seniman dan penjaja kuliner,” jelasnya. Pihaknya berharap, inovasi ini bisa mendorong bangkitnya pariwisata di Bumi Blambangan menuju era baru. Sebab, selama pandemi, pariwisata di Banyuwangi anjlok tajam. Dampaknya, tingkat hunian hotel merosot.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan konsep staycation cocok diterapkan selama pandemic Covid. Sebab, wisatawan akan merasa nyaman berlibur.

“Wisatawan tinggal di menginap di hotel, lalu menikmati suguhan atraksi wisata dan kuliner. Tak perlu berkeliling,” kata Bramuda. Selain memudahkan wisatawan, inovasi ini juga membangkitkan ekonomi lokal. Para perajin kuliner hingga budayawan bisa dikaryakan untuk mendukung konsep staycation ini.

Karena itu, pihaknya mendorong pengelola hotel di Banyuwangi bisa berinovasi menyambut era baru pasca Covid. Sehingga, geliat pariwisata di Banyuwangi bisa tumbuh lagi. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan. (wir)