Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Meski pemerintah memesan 100 juta vaksin covid-19 dari Inggris untuk 2021, tidak berdampak pada proses pembuatan vaksin covid-19 di Universitas Airlangga Surabaya. Bahkan, Tim Peneliti Unair terus mengembangkan pembuatan vaksin covid- 19. Diperkirakan, pada pertengahan 2021, Vaksin Merah Putih buatan Unair ini selesai melakukan uji klinis.

Kabar pemerintah Indonesia melakukan kerjasama pengadaan vaksin covid-19 dengan perusahaan farmasi Astra Zeneca Inggris, sebesar 100 juta untuk 2021, tidak mempengaruhi Tim Peneliti Universitas Airlangga Surabaya untuk mengembangkan proses pembuatan vaksin covid-19.

Rektor Unair Prof Muhammad Nasih, menegaskan, meski pemerintah Indonesia mengimpor vaksin, pihaknya tetap melakukan penelitian dan pengembangan vaksin covid-19. Hal ini, karena kebutuhan vaksin covid-19 di Indonesia untuk masa mendatang cukup banyak. Karena itu, Tim Peneliti Unair tetap mempersiapkan diri untuk terus melakukan proses pembuatan vaksin, yang memang membutuhkan waktu cukup lama lantaran harus melewati sejumlah tahap uji coba.

“Kalau vaksin tetap jalan tapi kan tidak bisa cepat tapi kebutuhan vaksin kan cukup banyak dan kit abelum tahu kebutuhan vaksin di tahun 2021 dan 2022, 2023 dan yang lain masih banyak yang belum kebagian vaksin dan kita berharap Vaksin Merah Putih hasil dari Unair bisa dipakai,” kata Prof Muhammad Nasih, di Surabaya Jum’at (16/10).

Meski tidak ada target dari pemerintah kapan vaksin covid-19 ini harus selesai dan siap diproduksi massal, namun, Rektor Unair memperkirakan Vaksin Merah Putih dari Unair akan selesai menjalani uji klinis pada pertengahan 2021 mendatang. (agung/stv)