Tuban, (bisnissurabaya.com) – Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas beras agar layak konsumsi program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT di Kabupaten Tuban melakukan evaluasi secara rutin. Bahkan, untuk menjamin mutu dan kualitas komoditi sekaligus tepat sasaran, pengawasan diperketat, mulai tingkat kecamatan hingga ke tingkat agen.

Proses penyaluran bantuan sosial pada program BPNT tersebut, terpantau di Aula Kantor Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.
Pendistribusian beras mendapat pengawasan berlapis yang dilakukan oleh pegawai Dinas Sosial anggota Forum Komunikasi/Forkom Pimpinan Kecamatan. Antara lain, camat, polsek, koramil, serta disaksikan langsung Ketua Paguyuban Agen dan juga pendamping program atau TKSK kecamatan setempat.

Selain pengecekan yang lebih ketat, baik kualitas maupun kesesuaian kemasan mulai bulan ini juga dilakukan peningkatan pelayanan yang lebih baik. Keluarga penerima manfaat diberi keleluasaan untuk memesan jenis beras sesuai yang mereka inginkan.
Adapun beras yang didistribusikan ada dua jenis. Yakni, beras layak konsumsi dengan kualitas premium kemasan 13 kg dan medium kemasan 15 kg. KPM diperbolehkan mengambil atau bebas memilih salah satu jenis beras sesuai yang dibutuhkan.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/P3A Kabupaten Tuban, Joko Sarwono, mengatakan, pengecekan lebih detail juga dilakukan hingga ke tingkat agen beras yang hendak diterima KPM. Pengecekan dilakukan berdasarkan kualitas dan berat bersih setiap kemasan agar sesuai dnegan bobot yang telah ditentukan. Pihak agen juga diharuskan menandatangani berita acara serah terima.

Setelahnya disalurkan ke seluruh KPM pada Program BPNT di wilayah setempat. Beras ini dibagikan dengan komoditas pelegkap lainnya. Seperti telur, daging atau ikan, dan buah segar. Pada Kecamatan Jatirogo, bantuan pangan program BPNT ini disalurkan kepada 2.875 KPM yang tersebar di 18 desa se-wilayah kecamatan setempat.

Menanggapi mutu beras yang makin baik, pemilik toko atau agen e-warung, Andy Altanto, mengaku senang. Sebab, mempermudah agen dalam menyalurkan barang.
Beras unggul dan layak konsumsi yang disalurkan juga membuat KPM di daerahnya makin puas dan senang dengan beras yang diterima. (mulyanto/stv)