Gresik, (bisnissurabaya.com)
Berdalih diterjang ombak atau abrasi, pantai di Pesisir Utara Kabupaten Gresik, direklamasi kemudian dijadikan Tempat Pembuangan Akhir/TPA sampah. kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari enam tahun. Selain menimbulkan bau tak sedap, TPA ini berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan/TPI dan bersandarnya ratusan perahu nelayan.

Inilah pantai di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, yang direklamasi dan dijadikan TPA sampah.

Pantai di Pesisir Utara Gresik, menjadi TPA atau pembuangan sampah ini dan hampir tujuh tahun beralih fungsi. Keberadaan TPA di pantai ini mencemari laut, terutama saat ombak sampah terbawa air laut.

Selain mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau busuk, keberadaan TPA di pantai ini, juga bisa mengganggu aktivitas Tempat Pelelangan Ikan/TPI dan bersandarnya ratusan perahu nelayan desa setempat.

Kepala Desa Campurejo, Amudi, membantah, TPA tersebut awalnya bukan pantai. Melainkan, tanah negara yang terkena ombak atau abrasi. Setelah itu, diuruk atau direklamasi kemudian dijadikan TPA.

Berhembus isu, bahwa, pantai yang kini menjadi TPA ini, diduga akan dijadikan tempat niaga atau tempat UMKM.

Keberadaan TPA ini, sebenarnya peninggalan kepala desa sebelumnya. Amudi, menegaskan, dirinya sendiri tidak sepakat dengan keberadaan TPA yang memanfaatkan pantai.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup/DLH, Mokh Najikh, mengatakan, keberadaan TPA di Pantai Campurejo, dirinya belum mendapatkan surat tembusan tertulis.

Sampah, sesuai undang-undang/UU dan perda bahwa setiap orang terkait urusan persampahan, harus menyediakan tempat pembuangan sampah atau TPS.

Terkait TPA yang memanfaatkan pantai, pihaknya akan turun lapangan melakukan monitoring, apabila keberadaan TPA tersebut menyalahi aturan. DLH Kabupaten Gresik akan mengirim surat larangan dan menghimbau agar segera mencari TPA yang memenuhi syarat.

Terkait keberadaan TPA di Pantai, pihak desa berdalih akan segera merelokasi. Pasalnya, sudah memiliki lahan baru sekitar enam hektar yang jauh dari laut maupun pemukiman warga.
(bashoir/stv)