Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 89 pekerja migran Indonesia asal Jawa Timur/Jatim yang bekerja di Malaysia dideportasi pulang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda. Ke-89 orang ini, dideportasi bersama 62 pekerja migran lainnya yang berasal dari luar Jatim.

Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi pulang pekerja migran Indonesia yang bermasalah. Pada deportasi gelombang ketiga ini, dibagi menjadi tiga tempat pemulangan. Diantaranya, di Medan, Jakarta dan Surabaya. Di tempat pemulangan melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, dipulangkan sebanyak 151 orang, dengan rincian 89 orang warga Jatim dan 62 lainnya non Jatim. Kedatangan deportasi pekerja migran ini telah dibekali hasil SWAB atau PCR test ketika berangkat dari Malaysia. Dari hasil tes tersebut, keseluruhannya dinyatakan negatif atau bebas Covid-19.

Budi Raharjo, Kepala UPT Lenempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Disnakertrans Jatim, mengatakan, seluruh pekerja migran ini yang mendarat di Bandara Juanda Sidoarjo, diberikan bantuan sembako, baju, selimut dan peralatan mandi. Khusus, bagi pekerja migran asal Jatim ditambah bantuan lagi berupa uang tunai Rp 500.000, sebagai bekal tambahan transport pulang maupun kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, bagi deportasi pekerja migran asal luar Jatim yang berjumlah 62 orang, kepulangannya ke daerah asal menggunakan fasilitas gedung penampungan sementara yang di tempatkan di gedung BPSDM Provinsi Jatim, sambil menunggu koordinasi dan penjemputan oleh pemerintah daerah masing-masing atau pulang secara mandiri.

Deportasi gelombang 3 ini merupakan rangkaian pemulangan 4.800 pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia, yang karena sebab penyalah gunaan dokumen imigrasi maupun dokumen kerja yang memaksa mereka harus dideportasi kembali pulang ke Indonesia. (agung/stv)