Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemberdayaan ekonomi dan pangan di lingkungan pesantren, menjadi tren. Untuk itu,pemerintah provinsi Jawa Timur melalui dinas kominfo Jawa Timur/Jatim, bekerjasama dengan Opop Jatim dan bank jatim syariah,memberikan fasilitas dalam pemberdayaan pesantren, lewat program one pesantren one product.

Pemberdayaan ekonomi dan pangan di lingkungan pesantren, menjadi tren tersendiri. Untuk itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Kominfo Jatim bekerjasama dengan Opop Jatim dan Bank Jatim Syariah, memberikan fasilitas dalam pemberdayaan pesantren, lewat program one pesantren one product. Kali ini, opop jatim mengunjungi pondok pesantren pomosda di wilayah Nganjuk.

Muhammad Ghofirin, selaku Sekretaris Opop Jatim, mengungkapkan, pesantren di Jawa imur memiliki potensi yang luar biasa dalam hal pemberdayaan ekonominya, sehingga dapat menjadi motivasi bagi pesantren lain untuk dapat menjalankan hal serupa.

 Sementara itu, Pemprov Jatim mengapresiasi Ponpes Pomosda Nganjuk, dalam hal pengolahan pangan secara organik. Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Jatim, Benny Sampirwanto, yang diwakilkan oleh Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Ayu Mustika Dewi. Terlebih, program kemandirian pangan organik berbasis pesantren ini, juga didukung Pemprov Jatim melalui Opop.

Acara kali ini, merupakan gelaran pertama bagi Kopilaborasi sambang pesantren yang digaungkan oleh Dinas Kominfo Jatim, dan masih akan ada sejumlah pesantren lain, yang menjadi tujuan dari Kopilaborasi sambang pesantren berikutnya. (stady/stv)