Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kabar gembira bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi. Di masa pandemi Covid-19, sebanyak 70.000 UMKM di Bumi Blambangan mendapatkan Bantuan Presiden/Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Nilainya, Rp 2,4 juta untuk bantuan modal usaha.

Di tengah pandemi, UMKM tetap ditekankan perilaku 3 M. Mencuci tangan, menggunakan masker dan selalu menjaga jarak.
Bantuan modal Presiden ini digelontorkan bertahap. Sedikitnya, 5.812 pelaku UMKM di Banyuwangi sudah menerima Banpres tersebut.

Total yang akan menerima sebanyak 70.177 UMKM. Seluruhnya telah diverifikasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM). “Terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memperhatikan usaha mikro di Banyuwangi. Bantuan ini sangat berguna bagi usaha mikro, terutama sebagai bantalan di tengah pandemi Covid-19. Ini program yang sangat bagus dari Pak Jokowi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai menyerahkan secara simbolis Banpres di Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (15/10).
Bupati Anas, mendorong para penerima Banpres bisa memanfaatkan bantuan tersebut. Lalu, tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Salah satu penerima Banpres, Farida, merasa bersyukur mendapatkan Banpres Rp 2,4 juta dari pemerintah. UMKM pembuat rempeyek ini mengaku bantuan tersebut akan dipakai untuk stok bahan dan kompor. “Saya butuh kompor untuk masak, biar bisa menambah banyak pesanan harian,” kata Farida.

Ia mengaku, saat pandemi pesanan rempeyek mengalami penurunan. Biasanya omzet bisa tembus Rp 600.000 per minggu. Selama pandemi, anjlok menjadi Rp 400.000 per minggu.

Meski omzet turun, dirinya tetap bersyukur. Setiap hari, masih ada pesanan yang datang. Selama pandemi, pihaknya selalu menekankan protokol kesehatan bagi pembeli. Misalnya, wajib mencuci tangan ketika akan masuk ke tokonya. Lalu, menggunakan masker dan menjaga jarak di dalam warung. (wir)