Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Bulog Banyuwangi menggelontor  2002 ton beras ke keluarga miskin (gakin) penerima program keluarga harapan (PKH). Dari jumlah ini, menyasar 66.796 penerima. Beras yang disalurkan jenis medium, kualitasnya sama seperti di pasar. Pulen, rasanya enak.

Penyaluran beras Bulog ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap 1 dan 2 dilakukan September kemarin. Tahap 3 digelar di Gudang Bulog Lemahbang, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (15/10) pagi. “Tahap tiga kita gelontor di bulan Oktober, jumlahnya 1.100 ton. Kami menjalankan perintah dari pusat,” kata Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Jusri Pakke.

Pejabat ini menjelaskan jenis beras medium yang digelontor merupakan standar dari pusat. Meski medium, pihaknya menjamin kualitas berasnya standar. Tidak apek. Menurut Jusri, beras yang digelontor ini bukan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kualitasnya premium. “Jadi, aturan dari pemerintah adalah beras medium,” tegasnya.

Kualitas medium, lanjuta Jusri, di bawah kelas premium. Namun, kualitasnya tidak perlu diragukan. Sebab, pengadaan dan perawatan beras di gudang Bulog menggunakan standar baku. Beras yang digelontor warnanya putih bersih. Layaknya beras yang dijual di pasaran.

Terpisah, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial dan KB Banyuwangi Bambang Sungkono mengatakan beras Bulog yang digelontor ke penerima PKH merupakan program pemerintah. Sehingga, kualitasnya berbeda dengan beras BPNT. “Standarnya, beras untuk bantuan PKH ini adalah medium. Namun, kualitasnya sangat baik,” katanya.

Setiap warga penerima, lanjutnya, mendapatkan bantuan 15 kilogram per bulan. Namun, tahap 1 dan 2 diberikan secara bersamaan. “ Sudah diberikan bulan September. Ini yang tahap ketiga,” tegasnya. Mereka yang menerima, lanjut dia, sesuai kriteria yang ditetapkan sebagai penerima PKH. Karena itu, beras yang digelontor jenis bantuan sosial. (wir)