Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejak corona merebak di Indonesia, semua bidang usaha terpuruk. Tak terkecuali pebisnis yang menggeluti weeding service. Bahkan, hampir empat bulan usaha bidang ini vakum tidak ada kegiatan sama sekali. Terutama memasuki pertengahan Maret hingga Juli lalu. Yang sudah booking wedding semua ditunda atau dimundurkan waktunya.

‘’Terus terang, pihak pelaku usaha wedding sangat terpukul dengan adanya wabah corona ini. Karena itu, ketika pemerintah mulai mewacanakan new normal, kami mulai bergerak lagi,’’ kata Owner Griya Deby Wedding, Deby Agustanty, kepada bisnissurabaya.com disela Simulai Wedding di Singgasana Hotel Surabaya Selasa (13/10) kemarin.

Menurut dia, simulasi wedding yang sengaja digelar di Singgasana Hotel berkat kolaborasi beberapa vendor wedding di Surabaya. Seperti griyadebby (ig. @debyagustanty), @suci wedding gallery, @novnovfashiongraphie, desaigner @hendhy setiawan @aldi.suits dan ikhlas catering (@ikhlas.co) dan tentu saja dengan vanue Singgasana Hotel.

Model memperagakan konsep Jawa saat simulasi Wedding di Singgasana Hotel Selasa (13/10). (Foto/ist)

Kehadiran Singgasana Hotel, kata dia, karena tempatnya yang outdor lebih aman dari ruang tertutup pada saat masa pandemi ini dan fasilitas dan standart protokol kesehatan yang memadai. Adapun, thema yang diusung dalam simulasi ini ada dua. Yaitu Jawa Muslim yang di make-up begitu anggun oleh @suciweddinggallery dan Bridal yang di make-up sangat elegan oleh @debyagustanty dari GriyaDebby.desaigner.

Sedangkan kebaya dan gaun indah ini di desain khusus oleh designer Hendy Setiawan dan diabadikan begitu apik melalui photo dan video NovNov fashion fashiongraphie. ‘’Kami mengusung thema ini karena simulasi ditujukan kepada semua lapisan masyarakat yang ada di Jawa Timur/Jatim khususnya, Surabaya.

Simulasi ini, kata Deby, diadakan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat jika mengadakan hajatan sudah dapat dilakukan dengan syarat sesuai protokol kesehatan, vanue yang memadai dan memilih vendor-vendor yang memahami situasi saat ini. Selain itu, simulasi ini bertujuan agar geliat usaha di dunia pernikahan dapat berjalan dan dapat membantu pebisnis wedding yang beberapa bulan ini terdampak akibat pandemi.

Hal senada juga dikemukakan beberapa make’up artis wedding. Diantaranya, Suci Wedding Galery, yang menghimbau supaya masyarakat taat menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, resepsi pernikahaan di saat new normal dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan Fotografer Novi Kurniawan, dari nov nov Fashion Graphie, menambahkan, hajatan pernikahan sudah mendapat izin dari pemerintah untuk digelar. Karena itu, masyarakat agar tidak takut lagi menggelar pernikahan.

Yang jelas, protokol kesehatan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat saat melaksanakan resepsi pernikahan, diantaranya wajib menyediakan alat cek suhu tubuh tamu sebelum masuk gedung acara. Menyediakan lokasi cuci tangan atau hand sanitizer di sejumlah tempat keramaian orang. Prasmanan sesuai protokol kesehatan dengan cara makanan diambilkan petugas catering dengan tetap menjaga jarak. Jumlah tamu harus separuh dari kapasitas gedung atau waktu resepsi dibagi menjadi dua waktu yang berbeda. Selain itu, tamu, panitia acara maupun mempelai pengantin wajib memakai masker atau face shild. (*/bw)