Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi berhasil mengamankan dua pelaku peretasan website milik Komisi Pemilihan Umum/KPU Kabupaten Jember, dengan mengubah tampilan menjadi gambar tak senonoh. Dua pelaku yang diamankan adalah pria berinisial DA (23) dan ZFR (14).

Polisi berhasil mengungkap aksi peretasan website milik KPU Jember, dengan menampilkan beberapa gambar yang tidak senonoh, terkait penolakan UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI. Dua tersangka diantaranya DA (23), warga Oku Timur, Sumatera Selatan, dan juga ZFR (14), warga Serang Banten. Dalam melakukan aksi peretasan, keduanya membagi tugas. DA sebagai pembuka kunci dari website, sedangkan ZFR yang bertugas mengganti konten website yang diretas.
Bersama tersangka, juga turut diamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, handphone, laptop dan juga router. Meski begitu, satu diantara dua tersangka tersebut tidak ditahan, lantaran masih berstatus pelajar SMP. Sedangkan DA yang hanya lulusan SMA ini diproses secara hukum karena sudah cukup umur.

Tersangka memiliki komunitas dan belajar secara otodidak, sudah melakukan peretasan lebih dari 400 website. Baik di dalam maupun di luar negeri. Kasubdit V Dirreskrimsus Polda Jatim Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan, jika aksi peretasan tersebut, tidak ada unsur politik dalam pilkada.

Tersangka dijerat pasal 32 dan pasal 49 UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (feri/stv)