Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Terkait laporan Lembaga Independent Pemantau Pemilu Sidoarjo (LIPPS), Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, memanggil Paslon BHS-Taufiq untuk langkah klarifikasi viralnya video pembuatan klip dan kegiatan kampanye di Pasar Krempeng Selosoan Wonoayu, Rabu (14/10).

Dari hasil klarifikasi yang dipimpin Agung Nugroho, salah satu anggota Bawaslu Sidoarjo, menghasilkan kesimpulan sementara, bahwa tidak ada pelanggaran dalam kegiatan itu.

“Ada 50 pertanyaan yang kita ajukan kepada Paslon BHS-Taufiq, pada klarifikasi hari ini. Dan hasil kajian sementara, kegiatan video klip di garasi PO Pratama tidak ada pelanggaran dan sudah ada surat pemberitahuan,” kata Agung Nugroho.

Menurut Agung, selain sudah ada surat pemberitahuan, yang hadir pada kegiatan shoting video klip itu hanya kru Monata dan kru PO Bus Pratama.

Sedangkan video BHS di Pasar Kaget Wonoayu, merupakan kegiatan beda lokasi dan waktu. “Video pada peristiwa satu, bukan kampanye. Namun, untuk video klip didalam PP No 60 dan PKPU menyangkut pemberitahuan bukan permintaan izin,” ujar Agung.

Sementara itu, Bambang Haryo Soekartono, di dampingi Cawabup Taufiqulbar, setelah memberikan klarifikasi ke Bawaslu menyatakan, kegiatan di Pasar Rebo-an Wonoayu adalah kegiatan yang berkaitan dengan masalah ekonomi kerakyatan.

Dirinya hadir di lokasi, setelah dipastikan petugas dari Panwas dan Polsek ada disitu. “Di lokasi juga sudah dipastikan masyarakat yang ada sudah pakai masker. Kita juga membagikan masker pada penjual bedak yang ada disitu. Jadi, dua video yang viral itu adalah video yang berbeda lokasi dan waktu,” terang BHS.

Sementara itu, Cawabup Taufiqulbar, menambahkan, untuk shoting video klip Monata, dipastikan selalu mengedepankan protokol kesehatan. Dan yang penting, kegiatan yang dihadirinya itu, merupakan kepedulian terhadap seni yang kondisinya vakum karena pandemi. (rin)