Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Acara rutin paguyuban Arisan Senin Daerah (ARSENDA) UKM-Sidoarjo, tampak begitu istimewa Senin (12/10). Keinginan mereka untuk mengadu ke Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo (Bambang Harjo dan Taufiqulbar), terkait nasib PKL (Pedagang Kali) selama ini, terjawab. Mereka bisa bertemu khusus di teras rumah H Nur Hadi ST.

“Alhamdulillah, kami disapa Pak Taufiq, Calon Wakil Bupati pasangan BHS. Kami mau tanya, sejauh mana komitmen Bapak dalam mengayomi PKL yang sangat butuh perlindungan. Semua ingin jaminan, ini demi kelangsungan usaha,” kata A Rofiq, salah satu perwakilan PKL, saat menemui Taufiq, usai acara arisan di Gedung Olah Raga (GOR) An-Nur milik Cak Nur, pengusaha otomotif, Sepanjang, Sidoarjo.

Sejumlah problem disampaikan. Diantaranya, perlindungan usaha. Selama ini PKL sering menjadi sasaran ‘penggusuran’ oleh aparat keamanan. Sementara, usaha (PKL) ini, satu-satunya. Kalau tempatnya tidak nyaman, maka pembeli juga tidak akan datang.

Selain itu, juga butuh bimbingan. Selama ini, PKL sulit naik derajat. Gegara pemangku kebijakan kurang memperhatikan nasib PKL. Bahkan, cenderung dibiarkan.

“Kami ingin naik menjadi UMKM. Tetapi, faktanya, tidak mudah. Ironisnya, mereka yang mendapat pelatihan di UMKM, ya itu-itu saja. Kami ingin mendapat pelatihan Pak,” begitu perwakilan dari PKL (perempuan) di depan Cawabup Taufiq.

Disambati PKL, Taufiq, dengan telaten mendengar, lalu memberikan gambaran secara utuh. “Saya tahu persis masalah PKL. Satu sisi, PKL ingin bertahan dan memang harus bertahan. Karena ini urusan ekonomi. Tetapi, disisi lain, ada yang merasa terganggu. Ini harus dicarikan jalan tengah, agar sama-sama nyaman dalam berusaha,” kata Taufiq.

Taufiq, mengingatkan, betapa dahsyat pendapatan PKL yang berada di Jalan Gadjah Mada, dulu. Tetapi, sekarang mereka sambat. Mengapa? Karena begitu ditertibkan, dan mereka kadung bayar mahal sewa stand, ternyata pengunjungnya sepi.

“Jadi PKL, memang harus dilindungi, dibenahi, tetapi jangan sampai mengurangi ketertarikan pengunjung. Karena itu, program kami, PKL harus menjadi destinasi (wisata) tersendiri. Dengan
demikian, mereka bisa bertahan hidup dan menjadi lebih baik,” papar Taufiq.

Ketika PKL sudah menjadi destinasi tersendiri, lanjut Cucu KH Husein Ilyas (Gus Husein) Mojokerto ini, maka, tidak ada kecemburuan dari luar PKL. Mengapa? Karena mereka juga akan menikmati derasnya pengunjung. Sehingga semua sektor ekonomi menjadi hidup. “Ini sudah masuk dalam program kami bersama BHS dalam membangkitkan sektor ekonomi bawah,” ucapnya.

Dalam pertemuan terbatas ini, perwakilan PKL merasa plong sepakat memenangkan pasangan BHS-Taufiq, calon nomor urut 1 dalam Pilbup 9 Desember 2020 mendatang. “Kami siap merapatkan barisan demi kemenangan BHS-Taufiq,” ungkap mereka serempak. Hadir dalam pertemuan terbatas ini, selain Cak Nur Hadi, tampak H Su’udi pengusaha transportasi ternama di Sidoarjo. (rin)