Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Petani di Lamongan berhasil menyulap lahan kritis menjadi Kebun Buah Kelengkeng kristal. Panen perdana ini, buahnya tidak dijual ke pasaran maupun ke tengkulak. Namun, pengelola menjadikan sebagai Agrowisata Petik Buah yang saat ini semakin trend dan digemari pengunjung. Terutama, untuk mengisi liburan di tengah wabah pandemi covid-19. Menariknya, pengunjung yang datang bebas petik sendiri dan makan sepuasnya tanpa dibatasi waktu. Seperti apa sensasi Wisata Kebun Buah Kelengkeng Petik Sendiri dan makan di tempat sepuasnya?

Inilah Kebun Buah Kelengkeng yang berada di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Kebun buah kelengkeng ini, memanfaatkan lahan kritis yang jarang ditanami.

Di lahan kritis ini, dua tahun lalu, pengelola mencoba menanam 80 pohon klengkeng jenis kristal. Hasilnya fantastis. Buah kelengkeng tumbuh lebat, dan rasanya pun legit sekali.
Sejumlah pengunjung mengaku, mengetahui Agrowisata Buah Kelengkeng petik sendiri, setelah viral di sosial media.

Tika dan Maya Dewi, misalnya. Wisatawan lokal ini, baru pertama kali datang. Pasalnya, selain bebas petik sendiri, juga bisa makan sepuasnya di tempat. Sementara itu, Pengelola Agrowisata Buah Kelengkeng, Zidni Putra Perdana, mengatakan, kelengkeng sengaja ditanam di lahan kritis, untuk mengedukasi warga. Pohon buah klengkeng tidak mengenal musim. Bisa panen tiga kali dalam satu tahun.

Untuk saat ini, pengunjung yang datang masih lokal Lamongan. Wisatawan petik sendiri dan makan sepuasnya di lokasi tanpa batasan waktu.

Agrowisata buah kelengkeng kristal ini, pengelola mematok harga Rp 30.000 untuk satu orang dewasa Rp 20.000 untuk anak kecil. Namun, jika ingin membawa pulang buah kelengkeng sebagai oleh-oleh, pengunjung harus membayar Rp 45.000 per kilonya sesuai harga di pasaran pada umumnya. (bashoir/stv)