Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Pasangan Calon/Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam upaya menarik simpati warga dan memenangkan kontestasi Pilkada 9 Desember mendatang perlu diamati. Salah satunya, dengan menawarkan program yang dianggap paling solutif dan jitu saat pandemi Covid-19 ini.

Seperti program yang ditawarkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – Subandi. Keduanya merupakan putra daerah Sidoarjo ini, menawarkan 17 program unggulan.

Salah satunya adalah program 100.000 lapangan pekerjaan baru. Untuk memenuhi target pembukaan lapangan kerja itu, Paslon nomor urut 2 ini menerapkan konsep Pentahelix. Yakni, kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah daerah, swasta (investor), akademisi (lembaga pendidikan), masyarakat dan media.

“Kami siapkan 100.000 lapangan kerja baru itu, berdasarkan hasil survei keinginan warga Sidoarjo saat ini. Sejak adanya pandemi (Covid-19) yang dibutuhkan warga Sidoarjo tidak muluk-muluk. Warga hanya butuh sembako murah dan bisa bekerja dengan nyaman. Beda saat survei Januari – Maret semua warga berkeinginan Sidoarjo seperti Surabaya,” kata Cabup Sidoarjo, Gus Muhdlor di Sidoarjo, Selasa (13/10).

Apalagi, saat ini terdapat banyak pekerja yang di rumahnya alias mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, resesi ekonomi secara nasional dalam kisaran 5 persen. Di Sidoarjo sendiri, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tahun 2019 mencapai 5,56 persen.

“Kami yakin, progam 100.000 lapangan kerja baru, akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Sidoarjo. Karena prosentase penduduk miskin 2019 sebesar 6,36 persen. Efek lainnya kalau dari program 100.000 lapangan pekerjaan baru bisa menurunkan angka kriminalitas,” imbuh Alumnus Fisip Unair Surabaya ini.

Bagi Gus Mubdlor, pembukaan lapangan 100.000 lapangan kerja baru itu bakal direalisasikan dengan menerapkan konsep Pentahelix. Yakni, melibatkan sinergitas antara pemerintah daerah, swasta (investor), akademisi (Lembaga Pendidikan), masyarakat dan media.

“Dasar perekonomian Sidoarjo sangat mendukung penciptaan lapangan kerja baru ini melalui sinergisitas konsep Pentahelix itu. Ditambah kolaborasi program lainnya. Diantaranya, 20.000 UMKM naik kelas, 2.000 warung rakyat direnovasi, Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, 10.000 bea siswa kuliah dan reformasi perizinan untuk bisnis kondusif,” tegas Alumnus SMAN 4 Sidoarjo ini.

Selama ini, kata Cabup PKB nomor urut 2 ini, struktur perekonomian Sidoarjo yang bertumpu pada sektor Industri pengolahan sebesar 47,80 persen, sektor perdagangan besar dan eceran 16,31 persen, transportasi dan pergudangan 11,25 persen dan sisanya jenis industri lainnya. Hal ini sebagai bukti basis perekonomian di Sidoarjo sangat kuat.

“Ditambah pembinaan usaha mikro, kebijakan kemudahan investasi daerah bagi perusahaan yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal, berkoordinasi dengan Pemprov dan instansi vertikal lain untuk Pembinaan Sekolah Vokasi (SMK/D3) agar fokus penguatan skill calon lulusan sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya. (rin)