Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Diduga menggelapkan sertifikat tanah, Cakades Kusaeri, SPd, (55) yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Anggaswangi Kec Sukodono dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan ke Polda Jatim oleh Paryono Hadi Sumardjo (PT Kurnia Wapico) warga Desa Bungurasih Waru.

Laporan tersebut dilakukan pada 8 Oktober langsung ke SPKT Polda Jatim dengan nomor laporan 789/X/Res.1.11/2020. Abdul Malik SH, selaku kuasa hukum pelapor yakni, Paryono Hadi Sumardjo, mengatakan, klien terpaksa melaporkan Kusaeri, dkk ke polisi karena sudah tiga kali disomasi namun diabaikan. “Yang kami laporkan bukan hanya Kusaeri, SPd tapi juga Notaris Sochib Arifin SH Jl Diponegoro Sidoarjo, Notaris Rini Widowati alamat Puri Indah Suko, Retno Supanti ST warga Menur III Surabaya dan Widi Sulton Wahyudi warga Sarirogo Sidoarjo,” jelas Abdul Malik, Senin (12/10).

Menurut dia, kliennya memiliki tanah empat bidang di Desa Sarirogo dengan luas kurang lebih 6.000 m2. Namun, tanpa sepengetahuan kliennya, tanah tersebut dijual ke pihak lain oleh terlapor sekitar 2007 lalu. “Saat itu, terlapor bersedia mengganti tanah yang dijual tersebut, namun hingga sekarang tidak direalisasikan. Makanya kita laporkan ke polisi,” jelasnya.

Atas tindakan yang dilakukan terlapor Kusaeri dkk, kata Abdul Malik, kliennya mengalami kerugian materiil Rp 6 miliar karena kehilangan hak atas tanah yang dimilikinya. “Kami berharap, polisi segera memanggil dan memeriksa semua terlapor karena sudah memenuhi unsur pidana penggelapan. Yakni, pasal 372 KUHP,” tegasnya.

Bukan hanya jalur hukum pidana yang ditempuh oleh kliennya, lanjut dia, namun juga jalur hukum perdata dilakukan agar hak atas tanah kliennya bisa kembali termasuk ganti rugi materiil akan diajukan. (rin)