Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Lembaga Independen Pemantau Pemilu Sidoarjo/LIPPS, mendapatkan rekom dari KPU Sidoarjo untuk melakukan pemantauan dalam Pilkada Sidoarjo. LIPPS bersama-sama menciptakan suasana Pemilihan Bupati/Pilbup tahun ini berjalan aman, bersih dan tidak ada money politic.

Penegasan itu dikemukakan Sekretaris LIPPS, Chamim Putra Ghafoer, di Sidoarjo Senin (12/10). Ia menyatakan, latarbelakang berdirinya LIPPS ini dikarenakan prihatin dengan kejadian terkait masalah Bupati Sidoarjo yang terjerat masalah hukum.

“Akhirnya kami berkesimpulan, mungkin berangkatnya ada yang salah cost terlalu tinggi dan sebagainya. Akhirnya terjadi korupsi dan sebagainya. Untuk itu kita akan pantau, supaya Sidoarjo, proses Pemilukada bersih,” Kata Chamim.

LIPPS mengingatkan kepada ASN, TNI, Polri, SKPD, Camat, Lurah dan Kades jika terlibat dalam politik praktis akan dipidana penjara. “Kami juga memwarning kepada sobat ASN, Kepala Desa beserta perangkat dan BPD, tidak boleh terlibat dalam kampanye apalagi sampai memfasilitasi. Akan kita laporkan ke pihak berwajib, karena melanggar UU No 7 tahun 2017 pasal 494,” jelas Chamim Putra Ghafoer.

Sementara itu, kedatangannya di kantor KPU Sidoarjo hari ini, LIPPS yang terdiri dari gabungan dari beberapa aliansi swadaya masyarakat yakni Gabungan Anak Sidoarjo Setia (Ganass), Masyarakat Anti Pembodohan (MAP), Persatuan Arek Sidoarjo (PAS), Generasi Muda Sidoarjo (GMS). Diterima langsung Ketua KPU, M. Iskak, SE.

Ketua LIPPS, Samsul, menjelaskan pihaknya sudah mengantongi jika paslon dalam berkampanye tidak mentaati protokol kesehatan akan ditindak. “Apa yang sekarang lagi ramai di medsos dan berita-berita di Sidoarjo, memang benar adanya jika paslon tidak mentaati protokol kesehatan. Kami mendapatkan laporan mereka paslon tidak tertib protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya akan memantau pada tiap desa dan kecamatan jangan sampai ada DPT ganda,” tegas Samsul.

Ketua KPU Sidoarjo, mengapresiasi dengan adanya lembaga pemantau yang hari ini surat rekomendasi sudah diberikan secara langsung di kantor KPU. “Kami di KPU sangat senang. Artinya proses pilkada di kabupaten Sidoarjo, semakin baik, jujur, akutanbilitasnya semakin terjaga dan kredibilitas pemilihan juga semakin terjada pula. Kalo banyak komponen masyarakat yang aktif berperan dalam proses ini, kami apresiasi dan bangga,” urai Iskak.
Sehingga, mulai hari ini masuk masa kampanye, proses DPT, pencoblosan dan perhitungan. “Kita berharap agar proses ini berjalan dengan baik dan benar maka seluruh komponen masyarakat membantu kami melakukan pemantau berperan aktif dan sebagainya. Nanti suatu missal hasil pemantauan teman-teman ini ada pelanggaran ini bisa disampaikan ke Bawaslu. Suatu missal ada temuan terkait DPT bisa klarifikasi ke KPU terlebih dahulu untuk selanjutnya akan kita proses secepatnya. Dengan adanya pemantau otomatis meringankan beban kami di bawaslu dan di KPU,” ujar Iskak. (rin)