Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pasca penangkapan ratusan perusuh aksi anarkis di Grahadi Surabaya, penyidik Polda Jatim akhirnya menetapkan 14 tersangka yang merupakan pelaku perusakan. Sementara, sisanya dikembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Orang tua yang hadir di Mapolda Jatim untuk menjemput anaknya ini, tak kuasa menahan tangis, melihat ulah anaknya yang melakukan tindakan anarkis, hingga akhirnya ditangkap polisi.

Para pelaku kerusuhan yang berhasil ditangkap polisi ini dilakukan pemeriksaan di gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Sedikitnya ada 634 orang diamankan, dalam kerusuhan yang terjadi dalam aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, di Grahadi Surabaya dan gedung DPRD Kota Malang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, mengatakan,
dari hasil pemeriksaan, 620 orang yang mayoritas merupakan pelajar, mahasiswa dan buruh, ini dikembalikan ke orang tuanya, untuk dilakukan pembinaan. Proses pengembalian dilakukan langsung oleh Kapolda Jatim kepada orang tua yang sudah menunggu di mapolda jatim untuk menjemput anaknya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jatim, telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini karena mereka terbukti melakukan perusakan, pos polisi, mobil polisi dan fasilitas umum lainnya di Grahadi Surabaya

Kapolda Jatim menegaskan, polisi akan melindungi setiap warga negara yang menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, polisi akan bertindak tegas terhadap pengunjuk rasa yang melakukan tidakan anarkis dalam unjuk rasa. (feri/stv)