Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menuntut Presiden Jokowi dan pihak legislatif membatalkan Undang-undang/UU Cipta Kerja, ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Blitar. Aksi yang dijaga ketat pihak kepolisian ini sempat tegang, karena mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung ingin menyampaikan aspirasinya langsung kepada wakil rakyat.

Aksi menolak UU Cipta Kerja yang digelar serentak seantero tanah air kemarin, juga terjadi di Kota Blitar. Dengan membawa berbagai poster kritikan, mereka long march menuju kantor dprd setempat. Aksi ini pun mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Dalam orasinya, para mahasiswa ini meminta dengan tegas agar Presiden Jokowi dan badan legislatif membatalkan UU Cipta Kerja yang tidak pro rakyat. Aksi ini sempat berjalan tegang karena mahasiswa berusaha masuk ke dalam gedung dewan, namun, ditahan pihak kepolisian. Selang beberapa menit kemudian, beberapa anggota dewan kota keluar dan menemui massa dan menandatangani isi tuntutan yang akan dikirim ke DPR RI.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, mengatakan, pihaknya tidak melarang mahasiswa menyampaikan aksinya. Namun, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, untuk menjaga terpaparnya virus corona.

Massa mengancam, jika DPR tetap mengesahkan Omnibuslow UU Cipta Kerja, maka massa akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar. (khoirul/stv)