Blitar, (bisnissurabaya.com) – Tim buser meringkus tujuh pelaku pengedar narkotika antar kota yang selama ini meresahkan masyarakat. Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut didapat dari seorang tahanan di Lapas Kediri. Akibat perbuatannya para pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Inilah tujuh pelaku jaringan pengedar narkoba antar kota yang berhasil diringkus polisi. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu-sabu jual, alat penghisap, pil koplo dan okerbaya.

Menurut polisi, ketujuh pelaku ini merupakan pengedar obat-obatan terlarang jaringan Lapas Kediri. Fajar, salah satu pelaku mengaku, dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenalnya melalui jasa pengiriman.

Barang haram tersebut selain digunakan sendiri, juga dijual kepada orang yang membutuhkan. Dari usahanya tersebut pelaku mengaku mendapat keuntungan Rp 60.000 per paket.

Kasat Reskoba Polres Blitar, Iptu Suryani, mengatakan, ketujuh pelaku yang meresahkan masyarakat ini merupakan target operasi petugas. Pelaku tergolong licin dalam setiap kali menjalankan aksinya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika, dengan ancaman lima belas tahun penjara. (khoirul/stv)