Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Badan Keamanan Laut/Bakamla RI membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Banyuwangi. Rapala menjadi wadah aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut nusantara. Lokasi yang dipilih yang memiliki kawasan laut strategis. Di Banyuwangi, Rapala ditandai dengan pelatihan 50 anggota Rapala di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi, Kamis (8/10). Materi latihan seputar kemampuan berkaitan keamanan laut.

“Pembentukan relawan ini selain amanat Undang-undang 32 tahun 2014 tentang Kelautan, kita juga menampung aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut,” kata Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Laksamana Pertama Retiono Kunto.

Dijelaskan, karena berkaitan keamanan laut, relawan mendapatkan sejumlah kemampuan. Mulai menjaga diri, membuat pelaporan, penyelamatan dan mengidentifikasi dugaan tindak pidana di laut. “Juga pembekalan pembekalan bagaimana hidup dengan adaptasi kebiasaan baru pandemi covid-19. Harapannya bisa ditularkan pada masyarakat,” jelasnya.

Hebatnya, relawan dilatih metode pemberian informasi yang sudah terkoneksi ke Mabes Bakamla. Saat laporan dikirim, langsung keluar nomor registrasinya. “Artinya kita sudah tidak ragu lagi (dengan informasi itu). Itu yang sangat sederhana dan sangat membantu. Rapala inilah salah satu elemen yang mengisi laoran masyarakat,” tambahnya.

Anggota Rapala juga diberikan atribut, sehingga mudah dikenali. Sebelumnya, Rapala sudah dibentuk di wilayah Lampung Selatan, Sambas. Ke depan rencananya akan dibentuk di kawasan Natuna. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, berharap Rapala bisa mendukung potensi Banyuwangi.

“Karena Banyuwangi kabupaten terluas se-Jawa Timur/Jatim bahkan se-Jawa. Dengan potensi itu, membentuk relawan untuk meningkatkan dan mengamankan keamanan laut yang ada di Banyuwangi sangat penting,” harapnya. (wir)