Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Akan ada perubahan pada suara PAN Sidoarjo. Partai ini ditargetkan mendulang 150.000 suara dukungan masyarakat untuk dikontribusikan pada Pasangan Calon/Paslon Kelana – Dwi Astutik dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Angka Realistis itu, merupakan hasil dari hasil Pileg (Pemilihan Calon Legislatif-red) 2019 lalu. “Itu dari Kabupaten saja, belum dari DPRD Provinsi Jatim dan juga DPR RI,” kata Ketua Pelaksana Pengurus Wilayah/KPPW PAN Jatim, Achmad Rubai di kantor DPD PAN Sidoarjo, Rabu (7/10).

Karena itu, pihaknya menekankan pada semua anggota lembaga legislatif dari PAN untuk mengaktifkan lagi basis massanya guna memenangkan paslon yang mereka usung bersama PDI Perjuangan itu. Bukan hanya itu, Rubai, minta pada para caleg yang gagal masuk ke kantor dewan, namun memiliki dukungan suara yang cukup banyak, juga diminta untuk membantu kinerja partainya dalam pesta demokrasi yang akan datang.

“Ada banyak calon-calon potensial yang punya 5.000 suara tapi nggak jadi. Mereka itu akan kita rangkul semuanya agar dalam periode ini PAN mampu menjadikan paslon yang diusungnya menang. Karena sebelumnya kita tidak pernah menang,” tegas calon Ketua DPW PAN Jatim itu.

Giliran berikutnya, Rubai, juga minta pada struktural parpolnya, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa untuk bergerak bersama. Ini guna mendulang suara dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya untuk paslon Kelana – Dwi Astutik.

Ia berharap, kontribusi suara dari PAN Sidoarjo tersebut bisa membuat kinerja tim pemenangan paslon nomor urut 3 itu. Bisa lebih semangat dalam mencari tambahan suara lainnya. Baik dari mesin PDI Perjuangan maupun relawan.

Jika nanti paslon yang mereka usung sukses masuk ke Pendopo Kabupaten, Rubai, menegaskan PAN akan menginfaqkan politisi asal Surabaya dan Pasuruan itu untuk memakmurkan masyarakat Sidoarjo ke depan.

“Kalau perlu, kami akan minta pada bupati dan wakil bupati terpilih nanti, untuk membentuk tim sweeping. Bukan untuk mencari para penunggak pajak, tapi mencari anak-anak yang lapar, yang tidak bisa sekolah maupun tidak bisa berobat karena tak punya beaya,” jelas Zainul Lutfi tim pemenangan Kelana-Dwi Astutik. (rin)