Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menteri Sosial/Mensos, Juliari Batubara, akan menegur kepala daerah yang menunda penyaluran bansos dengan alasan pilkada. Apalagi mempolitisasi bansos. Hal ini dinyatakan usai menyalurkan bantuan sosial/bansos di Surabaya.

Kemensos memberikan tambahan jatah untuk keluarga penerima manfaat, program keluarga harapan bagi warga Surabaya. Mensos, Juliari Batubara, menyalurkan beras 15 kilogram dari bulog, kepada 114.000 keluarga penerima manfaat PKH di Surabaya, Rabu (7/10) sore. Dalam penyaluran bantuan sosial keluarga penerima manfaat, program keluarga harapan di kantor Kecamatan Gayungan Surabaya.

Dalam penyaluran bantuan sosial ini Mensos juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah yang daerahnya menyelenggarakan pilkada untuk tidak mempolitisasi bansos.

Ia menyatakan, telah menegur kepala daerah yang menunda penyaluran bantuan sosial dengan alasan pilkada. Padahal, bantuan sudah ada di kota tersebut.

Sementara itu, pihak penyalur bantuan, berkomitmen untuk menyelesaikan proses penyaluran bansos ini, paling lambat akhir bulan ini, untuk seluruh kawasan di Jatim.

Penambahan jatah keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dari kementerian sosial ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat tak mampu termasuk yang terdampak pandemi covid-19. (feri/stv)