Blitar, (bisnissurabaya.com) – Tolak RUU Omnibus Law, emak-emak yang tergabung dalam perempuan peduli petani dan buruh, mendatangi kantor DPRD Kota Blitar. Mereka membawa karangan bunga duka cita sebagai simbul matinya wakil rakyat yang mengesyahkan RUU Cipta Kerja yang dianggap tidak berpihak kepada buruh dan rakyat kecil.

Emak-emak yang tergabung dalam perempuan peduli petani dan buruh ini sengaja mendatangi kantor DPRD Kota Blitar. Mereka membawa karangan bunga duka cita sebagai simbul matinya wakil rakyat yang mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap tidak berpihak sama sekali pada buruh dan petani.

Karangan bunga yang bertuliskan, penolakan UU Omnibus Law tersebut diletakkan tepat di depan pintu masuk kantor DPRD Kota Blitar. Aksi ini, menunjukkan bahwa mereka sangat kecewa dengan wakil rakyat yang tidak berpihak pada masyarakat kelas bawah.

Perwakilan Aksi, Khusnul, menuntut kepada pemerintah untuk segera menghapus RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disyahkan oleh anggota legislatif kemarin. Sebab, UU Omnibus Law Cipta Kerja ini merugikan rakyat.

Mereka berharap, pemerintah lebih peka terhadap sulitnya lapangan pekerjaan akibat pandemi covid-19. (khoirul/stv)