Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama/SMP di Surabaya mampu mengolah limbah kulit buah naga menjadi bermanfaat. Kulit buah naga yang biasanya dibuang begitu saja, mampu dimanfaatkan menjadi minuman yang menyehatkan. Kemampuannya mengolah kulit buah naga ini sudah ditularkan ke guru pendidik yang ada di sekolahnya.

Syadza Khalila Suraya, pelajar kelas 9 SMP N 40 Surabaya ini punya cara tersendiri untuk melepas kebosanan akibat pandemi covid-19. Dirinya tetap berkreasi dan kreatif untuk menghasilkan hal positif saat harus lebih banyak aktifitas di dalam rumah.

Selain disibukkan sekolah daring, Syadza, juga mampu menciptakan olahan dari kulit buah naga. Ide pemanfaatan kulit buah naga ini berawal dari kegemarannya makan buah naga dan hanya membuang kulitnya. Kemudian, Syadza, berpikir untuk menemukan cara memanfaatkan limbah ini.

Berawal dari hal tersebut, gadis energik yang juga finalis putri lingkungan 2020 yang digelar Pemkot Surabaya ini, bisa membuat minuman yang diberi nama The Kubuna hanya dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga.

Untuk pembuatannya, limbah kulit buah naga, dicuci bersih kemudian dihilangkan semua sisa daging buah yang masih menempel. Lalu dipotong kecil – kecil hingga berbentuk dadu dan dijemur hingga kering. Setelah dirasa cukup kering, kulit buah naga ini, direbus dalam air mendidih hingga air berubah warna kemerahan. Setelah itu, air rebusan ini disaring dengan saringan halus dan minuman dari kulit buah naga, siap dihidangkan. Untuk menambah selera, anda bisa menambahkan madu secukupnya.

Sementara itu, pihak sekolah SMP N 40 Surabaya, mendukung kreatifitas anak didiknya ini. Bahkan, memberikan bimbingan yang diperlukan.

Kepala Sekolah SMP N 40, Eko Widayani, mengatakan, dengan kemampuannya mengolah kulit buah naga ini, ternyata mampu membawa namanya menembus fase final Pangeran Putri Lingkungan 2020 yang digelar Pemkot Surabaya. Namun demikian, Syadza tak mengkomersilkan kemampuannya, justru malah dibagikan pada bapak/ibu guru pendidik di sekolahnya. (irwanda/stv)