Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Surabaya memvonis 4 tahun penjara kepada ZA, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mojokerto. Atas vonis ini, tim penasehat hukum terdakwa menyatakan keberatan dengan hukuman tersebut dan akan melakukan upaya banding.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Surabaya, memvonis 4 tahun penjara kepada ZA, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mojokerto. Dalam amar putusannya yang dibacakan majelis hakim, terdakwa ZA terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat gratifikasi terkait proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Mojokerto senilai Rp 1 miliar lebih yang terjadi pada 2015.

Menanggapi putusan majelis hakim, Penasehat Hukum terdakwa, Ben Hadjon, menyatakan keberatan dengan hukuman tersebut, lantaran menurutnya putusan hakim dirasa tidak sesuai dengan bukti yang diajukan dalam sidang. Karena itu, penasehat hukum akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Sebelumnya, terdakwa ZA dituntut lima tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan oleh jaksa KPK. Sementara dalam putusannya, majelis hakim memvonis 4 tahun penjara. (agung/stv)