Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Masa kampanye di Sidoarjo mulai dimanfaatkan tiga pasangan calon/paslon bupati/cabup dan cawabup. Salah satunya, paslon H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi, yang memaparkan 17 Program Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi) di Posko Pemenangan, di Perumahan Taman Pinang Sidoarjo, Jumat (2/10).

Program-program itulah, nantinya menjadi andalan paslon nomor urut 2 dalam menuju ‘Harapan Baru Sidoarjo Maju’. “Sebelumnya ada sekitar 10 program yang kami canangkan. Setelah banyak aspirasi masuk saat kami menyapa masyarakat dibawah, program tersebut berkembang menjadi 17,” kata Cabup H Ahmad Muhdlor Ali.

Dia menambahkan, ada beberapa program unggulan yang menjadi perioritas dalam membangun Sidoarjo ke depan. Terutama di tengah masa pandemi Covid-19. Faktor pemulihan serta penguatan ekonomi menjadi prioritas. “Hasil survei dan aspirasi masyarakat, semua prihatin dalam bidang ekonomi. Ekonomi masyarakat lesu dan belum ada jalan keluar yang baik. Untuk itu pemerintah harus hadir dalam mengatasinya,” terangnya.

Dalam beberapa survei, misalnya dari Alvara yang menyebutkan, elektabilitas Gus Muhdlor paling tinggi di Sidoarjo.

Dalam program unggulan Sidoarjo MAS, yang menjadi prioritas adalah menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Dalam program ini harus melibatkan 5 elemen. Yakni pemerintah, masyarakat, investor, media dan akademisi. “Dari sinergitas lima elemen penting itu akan tercipta pembangunan yang baik,” katanya.

Penciptaan lapangan kerja, lanjut dia, investor harus mendapatkan insentif berupa kemudahan perizinan sesuai aturan, keamanan dan lainnya. “Dari sini semua investor akan banyak yang menanamkan investasinya di Sidoarjo. Terlebih Sidoarjo salah satu kota yang menarik atau menjadi sasaran para investor dan mengembangkan bisnis atau tempat usaha,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Gus Muhdlor, selain program mendesak dan prioritas, juga tidak kalah pentingnya. Program insentif plus guru mengaji dan guru agama. Penguatan terhadap kesejahteraan guru mengaji dan guru agama juga sangat penting. Karena keberadaan para guru berdampak pada penguatan karakter dan religiusitas siswa.

Insentif diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan guru mengaji dan guru agama. Program ini dilakukan dalam jangka panjang. Harapannya dapat membangun kesalehan social masyarakat. “lnsentif dapat berupa tambahan honor bulanan, bantuan seragam, buku, kitab dan media mengajar lain,” urai Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat tersebut.

Sementara itu, Cawabup H. Subandi, menambahkan, dalam membangun Sidoarjo juga perlu ada penambahan dan peningkatan pada kesejahteraan guru tidak tetap (GTT), guru swasta dan tenaga honorer. “Aksi yang akan kami lakukan, yakni memberika pelatihan pengembangan GTT, guru swasta dan honorer. Selain itu pendampingan bagi yang akan mengikuti seleksi CPNS juga harus dilakukan,” jelasnya.

Bagi GTT diupayakan adanya penyetaraan gaji yang layak. (Surabaya GTT Sebesar Rp 2,700,000). Jumlah TK 784, jumlah SD 566, jumlah SLTP 171 dan jumlah SLTA 68, jumlah SMK 83 (BPS Sidoarjo, 2019). “Pendidikan merupakan kebutuhan utama masyarakat dan sarana untuk meningkatkan kualitas SDM di Sidoarjo harus ada penambahan dan peningkatan,” ujarnya. (rin)