Blitar, (bisnissurabaya.com) – Tidak terima atas teguran Kapolres Blitar yang memiliki rambut panjang seperti bencong, seorang perwira mengajukan pengunduran diri sebagai Kasat Sabhara ke Mapolda Jawa Timur/Jatim. Hal ini ditanggapi Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eka Prasetyo, sebagai teguran biasa, layaknya atasan pada bawahan yang melanggar kedisiplinan.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo, melakukan klarifikasi terhadap pengajuan pengunduran diri AKP Agus Hendro Try Susetyo, ke Polda Jatim, sebagai Kasat Sabhara. Dengan alasan tak terima atas teguran Kapolres Blitar yang dikatakan bencong karena berambut panjang. Teguran tersebut dinilai AKP Agus Try Susetyo, arogan dan tak mencerminkan karakter seorang pimpinan.
Surat pengunduran diri sebagai anggota polisi tersebut ditujukan kepada Kapolda Jatim dengan tembusan kepada Kapolri. Sambil menunggu keputusan, AKP Agus Hendro Try Susetyo, kini ditarik ke Mapolda Jatim untuk sementara waktu. Sementara itu, propam Polda Jatim akan menurunkan Tim Paminal untuk mengetahui duduk perkaranya.

Saat ditemui, Kapolres Blitar mengklarifikasi, bahwa teguran yang ditujukan pada anggotanya itu hal biasa, layaknya atasan dan bawahan yang dianggap indisipliner. Fanani, menampik mengatakan bencong pada yang bersangkutan, tetapi jangan berambut panjang karena hal itu mirip bencong.

Polemik antara atasan bawahan tersebut dipicu saat Polres Blitar menggelar razia yustisi di tengah pandemi corona beberapa hari lalu. (khoirul/stv)