Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Badan Pengawas Pemilu/ Bawaslu Kota Surabaya, hari ini menerima 2 laporan pelanggaran kampanye. Yaitu, temuan warga soal bagi sembako bergambar paslon nomer 2 dan advokasi paslon nomer 2 yang melaporkan pelanggaran alat peraga kampanye atau APK terdapat foto Wali Mota Surabaya.

Bawaslu Surabaya, menerima dua laporan atas dugaan pelanggaran kampanye oleh dua paslon, baik nomer urut satu maupun paslon nomor dua. Seperti laporan warga Jambangan Surabaya, yang melaporkan telah menemukan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh tim sukses paslon nomer urut dua, yakni temuan bagi – bagi sembako dan sarung terdapat stiker foto paslon nomer 2 Mahfud Arifin dan Mujiaman.

Selain itu, ada warga yang melaporkan tim paslon dua yang meminta KTP warga untuk ditukarkan sembako dan uang.

Sementara itu, sejumlah pengacara yang tergabung dalam tim advokat paslon nomor dua melaporkan temuan alat peraga kampanye atau apk terdapat foto Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di baliho paslon satu Eri – Armuji di 14 titik. Menurut Purwanto, temuan tersebut sudah melanggar karena wali kota sendiri belum cuti atau mengundurkan diri tetapi ikut terlibat dalam kampanye.

Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Hadi Margono Sambodo, menyatakan, hari ini telah menerima 2 laporan dan 1 pemanggilan kepada terlapor wagub terkait dugaan pelanggaran pilkada. Laporan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti Bawaslu sebelum perkara pelanggaran pilkada diputuskan melanggar atau tidak. (stady/stv)