Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Belasan warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi menggeruduk Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu  Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Banyuwangi, Rabu (30/9) siang. Mereka memprotes perizinan proyek tower selular di daerah setempat. Warga meminta Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tower dicabut. Tak ada lagi proyek tower, karena dianggap membahayakan.

Aksi warga digelar spontan. Tiba di kantor Perizinan, mereka langsung membentangkan poster. Isinya, mendesak IMB dicabut. Alasannya beragam. Diantaranya, tower yang dibangun tidak sesuai ukuran awal. Saat meminta tanda tangan warga, tower berukuran kecil. Ternyata, tower yang dibangun berukuran besar.

Tak hanya itu, sejumlah warga mengaku tidak merasa tanda tangan terkait izin tower. Indikasinya, tanda tangan warga dipalsu. Sebab, IMB tower tersebut sudah terbit. “Dulu izin awal tower pecut, ukurannya kecil. Begitu dibangun, ukurannya berdiameter 2 meter. Ini sudah membohongi warga,” kata Kusmi Elfa, perwakilan warga yang juga Ketua RT 1 RW 1 Lingkungan Krajan Selatan, Kelurahan Tukangkayu. Proyek tower dimulai sejak seminggu terakhir.

Warga lanjut Kusmi, tidak pernah mendapatkan sosialisasi proyek tersebut. Bahkan, hanya meminta tanda tangan warga dari rumah ke rumah. “Jadi, warga itu ada yang tanda tangan, tapi ketika melihat proyek tower sangat besar, warga melayangkan pencabutan tanda tangan. Tapi, proyeknya jalan terus,” jelasnya. Bahkan, surat keberatan dari warga sudah dilayangkan ke Bupati.

Namun, belum ada tanggapan.  Pihaknya khawatir proyek ini akan menganggu kenyamanan warga. Seperti bahaya radiasi dan lainnya. Sebab, lokasi tower di tengah perkampungan warga. Karena itu, warga keukeh tidak mau diberikan kompensasi apapun. Namun, proyek tower tetap dibatalkan.

Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizina  Satu Pintu Kabupaten Banyuwangi Medy Sugiarto mengatakan perizinan proyek tower yang dikeluhkan warga sudah melalui tahapan yang ditentukan. Surat- surat dan tahapan administrasi sudah dikantongi sesuai yang dibutuhkan dalam perizinan. Karena itu, IMB tower tersebut bisa keluar.

Meski begitu, pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan ke lapangan jika ada persyaratan perizinan yang masih tercecer. “Kami akan cek ke lokasi terkait perizinan tersebut,” katanya usai menemui warga. (wir)