Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Bawaslu Banyuwangi memberikan peringatan keras bagi apartur sipul negara (ASN) dalam Pilkada, 9 Desember mendatang. Seluruh ASN dilarang ikut terlibat dalam gawe besar politik ini. Pun pasangan Cabup/Cawabupnya. Jika terbukti melakukan gerakan mengerahkan ASN, pasangan Cabup/Cawabup bisa didiskualifikasi dari pencalonan.

Sedangkan, ASN bisa dijerat dengan hukuman tegas sesuai aturan ASN.
Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim mengatakan netralitas ASN harus dipertaruhkan selama pilkada di Banyuwangi. Pasalnya, dua pasangan Cabup yang bertarung pernah bersinggungan dengan ASN.

Cabup Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, adalah istri Bupati Banyuwangi dua periode. Sedangkan, Cabup Yusuf Widiatmoko adalah Wakil Bupati Banyuwangi dua periode.

“Jadi, kami imbau ASN harus netral. Pasangan calon juga dilarang melakukan pengerahan ASN secara terstruktur sistematis dan masif. Jika terbukti, bisa didiskualifikasi,” tegasnya disela ikrar netralitas ASN di Pemkab Banyuwangi, Rabu (30/9) pagi. Menurut Hamim, jika ada ASN yang terbukti melanggar, akan diproses di Bawaslu.

Lalu, diteruskan ke Komisi ASN di Jakarta.
Mengantisipasi pelanggaran tersebut, Bawaslu telah menyiapkan tenaga pengawasan di desa-desa dan kecamatan. Bawaslu juga membentuk kader
pengawasan partisipatif yang telah dibina secara online tentang berbagai hal, salah satunya teknik pengawasan terhadap ASN.

Bawaslu juga melibatkan media, LSM, masyarakat, hingga aktivis demokrasi. “Segera laporkan kepada tim pengawasan kami jika melihat ada ASN yang tidak netral maupun melakukan pelanggaran. Misalnya, menjadi peserta kampanye dan memasang baliho pasangan calon/paslon. Bahkan, nge-like, komen, dan share unggahan paslon di medsos pun termasuk dalam pelanggaran,” tegasnya. Ikrar netralitas ASN dipimpin Sekda Banyuwangi Mujiono. (wir)