Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi kini bisa dipercepat. Pasalnya, tes Covid tak perlu lagi dikirim ke Surabaya. Namun, hanya dua jam, pasien terduga bisa langsung menerima hasil swab. Ini setelah Pemkab Banyuwangi menerima hibah alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari investor tambang emas Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (BSI), Selasa (29/9) siang.

Alat PCR tersebut diserahkan kepada Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi di Pendopo Saba Swagata Blambangan. Selanjutnya, dijadikan fasilitas cepat mengetahui hasil swab pasien terduga Covid-19. Selama ini, hasil SWAB harus dikirim ke Surabaya dan Jakarta. Sehingga, butuh waktu lama.

“Ini sangat membantu Pemkab Banyuwangi menangani pandemi Covid-19. Hasil swab menggunakan PCR bisa diketahui hanya dua jam. Jadi, bisa cepat. Terimas kasih PT BSI,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Alat PCR ini kata dia, mampu digunakan hingga 60 hasil SWAB per hari. Sehingga, mempermudah Gugus Tugas Covid-19.

Pihaknya berharap, hibah alat PCR bisa ditambah. Sebab, harganya sangat mahal. Sekitar Rp 1,1 miliar. “Kalau pemkab mengadakan alat ini, prosesnya tidak mudah,” tegas Anas. Sementara itu, Direktur PT BSI Boyke Abidin mengatakan hibah PCR ini bagian dari komitmen membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

PCR yang dihibahkan kata dia sudah lolos uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banyuwangi. Sehingga, bisa langsung dioperasikan. Pihaknya berharap, hadirnya PCR di Banyuwangi bisa mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Bantuan PCR dari PT BSI ini melengkapi bantuan dua ventilator, ribuan rapid test kit, dan perlengkapan penanganan Covid-19 yang diserahkan Mei dan Juni lalu.

Dua ventilator dipasang di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Selain ventilator, disumbangkan juga pengadaan tempat cuci tangan, masker serta materi sanitasi lain, termasuk sembako, serta berkampanye pencegahan virus Corona di Kecamatan Pesanggaran dan wilayah lain. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 7 miliar.

Pihaknya juga menyerahkan beberapa proyek infrastruktur untuk masyarakat di sekitar perusahaan yang telah selesai dikerjakan. Masing-masing, pengecoran jalan Pancer-Pulau Merah sepanjang 3,85 kilometer, normalisasi Kali Gonggo sepanjang 5,2 kilometer, dan pengadaan air bersih untuk 188 KK di Rowojambe, Pancer, Sumberagung. “Harapannya, infrastruktur dan tandon air bisa mendukung perkembangan wisata dan menjangkau kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (wir)