Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Di tengah Pandemi, calon wakil bupati/Cawabup Lamongan Astiti Suwarni, mendorong pelaku UMKM bisa manfaatkan digital. Hal itu diungkapkan Cawabup yang kerap disapa Astried Wahid, saat mengunjungi UMKM yang memproduksi Kebab dan Bakso Ikan di Desa Duriwetan, Kecamatan Maduran, Lamongan Selasa (29/9).

“Di era digital ini harus dimanfaatkan bagi pelaku UMKM. Jika pasangan Suhandoyo-Astried, menang, kita akan memberdayakan UMKM dengan membantu akses permodalan dan pemasaran,” terangnya.

Selain itu, Cawabup nomor urut 1 itu menilai agar produk UMKM menarik di pasaran, kemasan produk harus diperhatikan. Sehingga bisa menarik para pembeli.

“Doakan agar kita menang, agar bisa memperhatikan lebih lagi untuk pelaku UMKM. Kita akan bantu segalanya untuk menaikkan daya saing produk UMKM Lamongan. Mulai dari akses modal, pelatihan hingga pemasaran,” jelasnya.

Astried Wahid, menjanjikan, modal Rp 200 miliar ke pelaku UMKM, jika dirinya terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Lamongan. Sementara, menurut pelaku UMKM atau pemilik Kebab dan Pengolahan Bakso Ikan selama 8 tahun, Nasruddin, menilai perhatian dari pemerintah Kabupaten Lamongan masih kecil. Apalagi, di musim pandemi berkurang omzetnya.

Untuk itu, dirinya berharap jika pasangan Cabup Cawabup Suhandoyo-Astried menang, bisa mewujudkan janjinya agar lebih memperhatikan pelaku UMKM di Lamongan.

“Alhamdulillah, apa yang dijanjikan Astried, dapat terwujud dalam realita yang nyata. Seperti, penambahan modal, pembinaan hingga dibantu pemasaran dalam konteks digital,” jelas owner Kebab dan Pengolahan Bakso Ikan Maduran Lamongan itu. (farid)